DPRD Surabaya Soroti Akses Gunung Anyar Jadi Kampung Kumuh, Laila Mufidah Desak Pemkot Menertibkan
Cak Sur February 23, 2026 08:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Warga Perumahan Gunung Anyar Harapan, Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), mengeluhkan kondisi akses utama permukiman yang berubah menjadi kawasan kumuh akibat maraknya gubuk liar dan tumpukan barang rongsokan. 

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Laila Mufidah, yang meninjau lokasi langsung mendesak adanya solusi konkret dari pemerintah kota maupun pengembang, terlebih momentum Lebaran sudah dekat.

Kondisi di lapangan menunjukkan adanya bangunan semi permanen menyerupai bedak dengan peneduh seadanya. Di dalamnya, terdapat fasilitas hunian lengkap seperti kasur dan bantal, yang mengindikasikan gubuk tersebut kadang ditinggali. 

Situasi ini diperparah dengan banyaknya barang bekas yang menumpuk di area tersebut.

Selain keberadaan gubuk liar, jalan akses utama menuju RW 05 ini semakin terlihat kumuh karena tepi jalan beralih fungsi menjadi area penjemuran sampah plastik dan penyimpanan rongsokan. 

Pemandangan jorok ini dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan estetika lingkungan perumahan.

"Kasihan warga di Gunung Anyar Harapan. Ini akses utama mereka jadi kumuh. Apalagi ini mau Lebaran," tegas Wakil Ketua DPRD Surabaya, Laila Mufidah, saat melakukan inspeksi mendadak ke lokasi, Senin (23/2/2026).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini bereaksi keras melihat akses hunian yang terganggu. Ia mendesak agar pengembang perumahan dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera duduk bersama, untuk menuntaskan problematika yang sudah berlangsung lama ini.

Masalah Sampah dan TPS Rungkut Menanggal

Berdasarkan pantauan dan keluhan warga, sumber kekumuhan tidak hanya berasal dari gubuk liar, tetapi juga operasional Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berlokasi di jalan utama tersebut. Berikut adalah sejumlah fakta yang dikeluhkan warga terkait kondisi di lokasi:

  • Terdapat plakat bertuliskan TPS Rungkut Menanggal dengan logo Pemkot Surabaya, namun warga menyebut pengelolaannya dilakukan pihak ketiga.
  • Sampah plastik sering dijemur dan ditumpuk sembarangan di tepi jalan utama.
  • Aktivitas pengangkutan sampah dinilai lambat karena baru tuntas pukul 09.00 WIB, saat jam sibuk warga berangkat kerja dan sekolah.
  • Puluhan gerobak sampah sering digeletakkan begitu saja di bahu jalan, mempersempit akses.

Ketua RT 04/RW 05 Gunung Anyar Harapan, Nendra Yuniar Putra, menegaskan bahwa status pengelolaan TPS tidak menjadi masalah bagi warga, asalkan tidak mengganggu ketertiban umum.

"Yang saya tahu, TPS itu tidak di bawah pemkot. Itu pihak ketiga. Tapi bagi warga, mau di bawah pengelolaan siapa pun, keberadaan sampah jangan mengganggu kenyamanan warga," ujar Nendra.

Nendra berharap Pemkot Surabaya, khususnya Satpol PP, dapat turun tangan membantu menertibkan area tersebut demi kenyamanan lingkungan.

"Terutama tepi jalan jangan ada aktivitas jemur atau tumpuk sampah plastik. Apalagi kata Bu Laila, warga juga mau Lebaran. Pemkot diharapkan membantu warga dengan berharap Satpol PP," imbuhnya.

Janji Koordinasi dengan OPD Terkait

Menanggapi keluhan tersebut, Laila Mufidah berkomitmen untuk segera mengoordinasikan masalah ini dengan Dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkot Surabaya.

Prioritas utama saat ini adalah memastikan warga dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan lingkungan yang bersih, bebas dari tumpukan rongsokan di akses utama, serta penanganan armada truk sampah yang lebih disiplin waktu.

"Mari kita semua mencari solusi bersama. Jika memang itu wewenang pengembang, jangan tutup mata. Kalau itu wewenang pemkot menertibkan, ya harus dilakukan. Masak seperti kampung kumuh saat warga mau Lebaran," pungkas Laila.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.