BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Bidang Perikanan pada Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Distan PP) melaksanakan pengawasan lapangan di Pasar Rakyat Terpadu Kandangan.
Pengawasan dilakukan dengan menyasar sejumlah pedagang ikan segar, maupun produk olahan perikanan. Dimulai dari ikan kering (asin), kerupuk ikan, dan berbagai produk turunan lainnya, Rabu (25/2/2026).
Hal tersebut dibenarkan Kabid Perikanan, Fatmadiansyah saat dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id. Dijelaskannya, bidang perikanan memiliki tugas dan fungsi untuk melakukan pengawasan usaha perikanan baik budidaya, penangkapan sampai kepada hilirnya, seperti pengolahan hasil perikanan termasuk pemasaran.
Pengawasan yang menjadi fokus utama adalah melakukan pengecekan fisik produk serta memastikan tidak adanya penggunaan bahan pengawet sintetis yang dilarang, seperti formalin dan boraks.
“Kami mengambil data ditingkat pedagang pengumpul dan pengecer. Data yang diambil seperti banyaknya hasil dijual serta harga ditingkat konsumen dan produsen. Sekaligus hasil olahan ikan turut di awasi, kalau saja ada dicurigai menggunakan bahan pengawet,” katanya.
Baca juga: Viral Kualitas MBG di HST Disorot, Telur Diduga Busuk Hingga dan Roti Tampak Menghitam
Baca juga: Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Terjadi di HSS, Sejumlah Pohon Tumbang, Ada Timpa Mobil Parkir
Hasil pemantauan sementara, sebagian besar produk dijual telah memenuhi standar keamanan pangan.
Namun, pihaknya tetap memberikan teguran lisan dan edukasi ke beberapa pedagang terkait penataan barang dagangan agar tetap higienis, tidak terpapar polusi lingkungan sekitar.
“Benar. Hasil teman-teman di lapangan melaporkan belum ada yang di curigai menggunakan bahan pengawet berbahaya,” jelasnya.
Melalui pengawasan berkala, pihaknya berharap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk perikanan lokal semakin meningkat.
Terlebih dapat mendorong para pedagang untuk tetap menjaga kualitas dan keamanan produk yang dipasarkan di HSS.
Sementara, terkait harga akan di pasaran, masih relatif terjangkau.
“Kita mendapat pasokan dari nelayan dan masih terpenuhiz terutama ikan lokal. Sementara, ikan introduksi seperti mas, patin, dan nila, serta grascrap (jelawat) rata-rata msh dipasok dari Martapura dan sebagian wilayah Nagara/Daha, HSS,” sampainya.
(Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan)