Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Petani kakao di Aceh Tenggara mengeluhkan merosotnya harga kakao kering di tingkat petani, yang kini hanya Rp 30.000 per kilogram (Kg).
Baca juga: Harga Kakao dan Pinang Kering di Aceh Tenggara Hari Ini Stabil
Padahal sebelumnya, harga kakao sempat mencapai Rp 170.000 per kgnya.
Petani kakao di Aceh Tenggara mengeluhkan harga kakao yang terus merosot.
Mereka menilai harga kakao kering saat ini tidak seimbang dengan harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik.
"Kebutuhan pokok di pasaran semuanya mahal, apalagi di bulan Ramadan 1447 Hijiriah. Harga kakao tak seimbang dengan harga kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya di pasaran.
Pemerintah harus mencarikan solusi atau langkah-langkah guna menaikan harga kakao kering di pasaran Medan," harap salah seorang petani kakao di Desa Lawe Loning Aman Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kiki kepada TribunGayo.com, Rabu (25/2/2026).
Baca juga: Harga Kakao dan Pinang Muda di Aceh Tenggara Hari Ini Stabil
Kiki menambahkan, selama ini harga kakao kering di tingkat petani Aceh Tenggara sepenuhnya dipengaruhi oleh pergerakan harga di pasaran Medan.
Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara untuk mengajak investor menanamkan modal di daerah ini, khususnya untuk membeli hasil bumi, termasuk kakao.
Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan harga kakao dan mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.
Sementara itu, petani kakao lainnya, Wasmar, menekankan pentingnya membangun pabrik pengolahan kakao atau tempat pengepulan di Aceh Tenggara.
Dengan begitu, kakao kualitas terbaik bisa dipasarkan ke mancanegara maupun daerah lain, sehingga harga kakao di Aceh Tenggara meningkat dan lebih stabil. (*)
Baca juga: Harga Kakao di Aceh Tenggara Merosot Tajam Hari Ini 20 Februari 2026