SURYA.co.id, Surabaya - Kemenangan Persebaya Surabaya atas PSM Makassar menjadi titik balik penting setelah dua kekalahan beruntun. Gol tunggal Gali Freitas menit ke-27 di Stadion Gelora Bung Tomo mengakhiri tren negatif sekaligus menjaga posisi Bajol Ijo di papan atas klasemen.
Pelatih Bernardo Tavares memuji perjuangan pemain yang tampil tanpa striker murni. Ia menilai sikap dan kerja keras tim menjadi kunci kemenangan. Dukungan Bonek dan Bonita di GBT juga disebut sebagai energi tambahan yang membuat tim tetap fokus.
Selain itu, laga ini menjadi panggung bagi pemain muda Persebaya. Sadida Nugraha dan Alfan Suaib menunjukkan peran penting dalam menjaga keseimbangan tim.
Momentum kemenangan ini menjadi modal berharga jelang laga kontra Persib Bandung. Persebaya bertekad memperbaiki kesalahan elementer, terutama dalam antisipasi bola mati, agar lebih siap menghadapi tim kandidat juara.
Persebaya berhasil menumbangkan PSM Makassar dengan skor tipis 1-0. Gol Gali Freitas menit ke-27 menjadi penentu kemenangan di laga pekan ke-23 Super League 2025/2026.
Babak pertama berjalan dengan dominasi Persebaya. Tavares mencatat timnya melepaskan 20 tembakan, meski hanya tiga yang tepat sasaran. Gol Freitas lahir dari kombinasi serangan cepat yang menembus pertahanan PSM.
Babak kedua berlangsung dengan tempo sedang. PSM mencoba menekan, namun Persebaya tetap solid. Rotasi pemain dilakukan dengan memasukkan Pedro Matos, Mikael Tata, dan Gustavo Fernandes.
Kiper Ernando Ari tampil gemilang menghalau serangan lawan. Ia menjadi benteng terakhir yang menjaga gawang tetap clean sheet.
Menit 90+1, Bruno Moreira mendapat peluang emas untuk menggandakan keunggulan, namun tendangannya melambung. Meski demikian, skor 1-0 bertahan hingga akhir.
Kemenangan ini memutus tren negatif Persebaya yang sebelumnya kalah dua kali beruntun. Tambahan tiga poin membuat Bajol Ijo mantap di posisi kelima klasemen dengan 38 poin.
PSM harus menerima kenyataan pahit dengan tiga kekalahan beruntun. Tekanan semakin besar bagi tim asal Makassar yang terpuruk di papan bawah.
Baca juga: Hasil Skor Akhir Persebaya Menang 1-0 Dari PSM Makassar, Akhiri Trend Negatif
Bernardo Tavares menilai kemenangan atas PSM tidak mudah. Ia memuji sikap dan kerja keras pemain yang tampil tanpa striker murni.
Dua striker asing, Mihailo Perovic dan Bruno Paraiba, absen karena cedera. Malik Risaldi juga tidak bisa dimainkan. Kondisi ini memaksa Tavares menempatkan pemain di posisi berbeda.
Meski pincang, tim tetap menunjukkan determinasi tinggi. “Saya suka sikap para pemain. Mereka bekerja keras baik saat menguasai bola maupun tidak,” ujar Tavares.
Ia menegaskan bahwa kemenangan ini penting untuk kepercayaan diri tim. “Kemenanganlah yang membuat para pemain bahagia dan percaya diri,” katanya.
Tavares juga berterima kasih kepada Bonek dan Bonita. “Suasananya fantastis dan sangat membantu para pemain,” ujarnya.
Dengan dukungan penuh suporter, Persebaya mampu menjaga fokus hingga akhir laga.
Baca juga: Akhiri Trend Buruk Tim, Pelatih Persebaya Bernardo Tavares Puji Perjuangan Pemainnya
Laga kontra PSM menjadi panggung bagi pemain muda Persebaya. Sadida Nugraha tampil sebagai gelandang bertahan, menjaga keseimbangan tim.
Alfan Suaib dimainkan sebagai ujung tombak. Meski bukan striker murni, ia berusaha keras menopang serangan bersama Gali Freitas dan Bruno Moreira.
Rotasi yang dilakukan Tavares memberi kesempatan bagi talenta muda untuk membuktikan diri. “Saya siap jika dipercaya. Ini kesempatan untuk membuktikan diri,” kata Sadida.
Peran pemain muda menjadi penting di tengah absensi pemain senior. Mereka menunjukkan keberanian dan semangat juang tinggi.
Kehadiran mereka memberi warna baru bagi Persebaya. Dukungan Bonek semakin kuat melihat anak-anak muda tampil penuh determinasi.
Baca juga: Daftar Susunan Pemain Persebaya Vs PSM Makassar, Persebaya Kembali Bermain Tanpa Striker Murni
Kemenangan atas PSM menjadi modal berharga jelang laga kontra Persib Bandung pada 2 Maret 2026. Persib saat ini berada di puncak klasemen, sehingga laga diprediksi berlangsung sengit.
Persebaya harus memperbaiki kesalahan elementer, terutama dalam antisipasi bola mati. Dalam dua laga sebelumnya, Bajol Ijo kebobolan empat gol dari set piece.
Tavares menegaskan fokus pada detail akan menjadi kunci. “Kami tidak boleh mengulang kesalahan yang sama,” katanya.
Gali Freitas menambahkan, “Kami bersyukur atas tiga poin ini. Ke depannya, kami harus memperbaiki kesalahan di lapangan.”
Dengan kepercayaan diri yang meningkat, Persebaya bertekad menghadapi Persib dengan mentalitas petarung.