Amerika Serikat Izinkan Staf Non Darurat Tinggalkan Israel saat Trump Tingkatkan Tekanan ke Iran
Dedhi Ajib Ramadhani February 28, 2026 05:42 PM

Pemerintah Amerika Serikat mengizinkan staf kedutaan non-darurat.

Beserta anggota keluarga mereka untuk meninggalkan Israel pada Jumat (27/2/2026).

Kebijakan tersebut diambil di tengah meningkatnya ketegangan setelah Presiden AS, Donald Trump.

Kembali mengancam akan melakukan serangan terhadap Iran.

Pada saat yang sama, Washington memperkuat pengerahan militernya di Timur Tengah.

Yang disebut sebagai yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir.

Langkah evakuasi parsial itu dilakukan sehari setelah putaran pembicaraan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi Oman digelar.

Perundingan tersebut dipandang sebagai peluang terakhir untuk mencegah perang.

Meskipun harapan awal meredup setelah Teheran memperingatkan.

Agar Washington menghentikan tuntutan yang dianggap berlebihan.

Ancaman Trump terhadap Iran disertai peningkatan kehadiran militer AS di kawasan.

Laporan The New York Times menyebutkan bahwa Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, mengirimkan surat elektronik kepada staf kedutaan pada Jumat (27/2/2026).

Dalam pesan tersebut, ia mendorong pegawai yang ingin meninggalkan Israel agar segera melakukannya pada hari yang sama.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.