TRIBUNSHOPPING.COM - Bantal menjadi salah satu elemen penting dalam kualitas tidur.
Sayangnya, banyak orang baru sadar pentingnya perawatan bantal saat sudah terlanjur berbau apek atau bahkan berjamur.
Padahal, kondisi ini bukan cuma mengganggu kenyamanan, tapi juga bisa berdampak pada kesehatan, seperti alergi dan gangguan pernapasan.
Apalagi jika kamu tinggal di kota dengan kelembapan tinggi, risiko bantal lembap dan berjamur tentu lebih besar.
Bantal menyerap banyak hal setiap malam yakni keringat, minyak wajah, air liur, hingga sel kulit mati. Tanpa perawatan rutin yang tepat, kombinasi tersebut menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang.
Baca juga: 9 Cara Atasi Bau Apek pada Pakaian di Lemari Tanpa Dicuci Ulang
Kelembapan tinggi, jarang dijemur, serta kebiasaan tidur yang kurang higienis mempercepat proses tersebut. Itulah sebabnya perawatan bantal sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas kebersihan rumah, bukan hanya saat sudah terlanjur bau.
Supaya bantal tetap bersih, segar, dan awet, berikut ini adalah tips mencegah bantal mudah berbau apek hingga berjamur yang bisa kamu terapkan di rumah.
1. Rutin Menjemur Bantal di Bawah Sinar Matahari
Cara paling sederhana dan efektif untuk mencegah bau apek adalah menjemur bantal secara rutin.
Sinar matahari membantu mengurangi kelembapan serta membunuh bakteri dan jamur yang berkembang di dalam serat bantal.
Idealnya, jemur bantal minimal 1–2 minggu sekali selama 2–3 jam. Pastikan kedua sisi terkena sinar matahari langsung.
Jika cuaca sering mendung, kamu bisa memanfaatkan area dengan sirkulasi udara baik atau menggunakan kipas angin untuk membantu mengurangi kelembapan.
Tepuk-tepuk bantal sebelum dan sesudah dijemur agar isinya tidak menggumpal.
Baca juga: Kenali 9 Hal yang Jadi Pertanda Mesin Cuci Sudah Harus Dibersihkan
2. Gunakan Sarung dan Pelindung Bantal (Pillow Protector)
Sarung bantal saja belum cukup. Untuk perlindungan ekstra, gunakan pillow protector atau pelindung anti air dan anti tungau.
Fungsinya yakni mencegah keringat, minyak wajah, dan air liur meresap langsung ke bagian dalam bantal.
Keringat yang terserap dan tidak pernah benar-benar kering inilah yang sering menjadi penyebab bau apek dan pertumbuhan jamur. Dengan pelindung tambahan, bantal jadi lebih higienis dan tahan lama.
Pastikan kamu mencuci sarung dan pelindung bantal setidaknya seminggu sekali.
3. Cuci Bantal Secara Berkala
Banyak orang rajin mencuci sarung bantal, tapi lupa mencuci bagian dalamnya. Padahal, debu, sel kulit mati, dan keringat tetap menumpuk di dalam bantal.
Frekuensi mencuci tergantung jenis bantal:
Gunakan deterjen lembut dan pastikan bantal benar-benar kering sebelum digunakan kembali. Bantal yang masih lembap setelah dicuci justru lebih mudah berjamur.
Baca juga: Review Bantal Super Ergonomic Ezbed Mattress, Tidur Nyenyak Anti Sakit Leher
4. Pastikan Kamar Memiliki Sirkulasi Udara Baik
Kamar yang lembap adalah musuh utama bantal. Jika ventilasi kurang baik, udara di dalam ruangan akan terasa pengap dan lembap, menciptakan lingkungan ideal untuk pertumbuhan jamur.
Buka jendela setiap pagi agar udara segar masuk dan membantu mengurangi kelembapan.
Jika perlu, gunakan dehumidifier atau AC untuk menjaga kadar kelembapan ruangan tetap stabil, terutama saat musim hujan.
Bagi kamu yang tinggal di apartemen atau area dengan kelembapan tinggi, menjaga sirkulasi udara menjadi langkah penting agar bantal tidak cepat apek.
5. Hindari Tidur dengan Rambut Basah
Kebiasaan sepele ini ternyata punya dampak besar. Tidur dengan rambut basah membuat air meresap ke dalam bantal dan menciptakan kondisi lembap yang disukai jamur.
Jika dilakukan berulang kali, bantal akan lebih cepat berbau apek dan muncul bercak kehitaman.
Pastikan rambut benar-benar kering sebelum tidur untuk menjaga kebersihan bantal dan kesehatan kulit kepala.
Baca juga: 8 Cara Mudah Hilangkan Bau Apek pada Bantal Tanpa Dicuci
6. Gunakan Baking Soda untuk Menyerap Bau
Jika bantal mulai terasa kurang segar, kamu bisa menaburkan baking soda di permukaannya. Diamkan selama 30–60 menit, lalu bersihkan dengan vacuum cleaner.
Baking soda efektif menyerap kelembapan dan bau tak sedap tanpa merusak bahan bantal.
Cara tersebut bisa dilakukan sebulan sekali sebagai perawatan tambahan.
7. Jangan Gunakan Bantal Terlalu Lama
Setiap bantal memiliki masa pakai. Umumnya, bantal perlu diganti setiap 1–2 tahun tergantung kualitas dan intensitas penggunaan.
Bantal yang sudah terlalu lama dipakai cenderung menggumpal, mengempis, serta menyerap terlalu banyak keringat dan debu hingga sulit kembali bersih meski sudah dicuci
Jika bantal sudah berubah warna, berbau meski baru dicuci, atau memicu alergi saat digunakan, itu tanda sudah waktunya diganti.
Baca juga: 5 Cara Efektif Menyimpan Pakaian agar Tidak Bau Apek di Musim Hujan
8. Simpan dengan Cara yang Tepat
Jika kamu menyimpan bantal cadangan, pastikan tempat penyimpanannya kering dan tidak lembap.
Hindari menyimpan bantal dalam plastik tertutup rapat dalam waktu lama karena bisa memerangkap kelembapan.
Gunakan kantong kain atau vacuum bag khusus yang dilengkapi silica gel untuk mencegah pertumbuhan jamur.
Mencegah bantal berbau apek hingga berjamur sebenarnya tidak sulit. Kuncinya ada pada konsistensi untuk rutin menjemur, mencuci, menjaga sirkulasi udara kamar, dan menggunakan pelindung bantal.
Dengan perawatan yang tepat, bantal tidak hanya lebih awet, namun juga membantu menjaga kualitas tidur dan kesehatanmu. Ingat, tidur yang nyaman dimulai dari perlengkapan tidur yang bersih dan higienis.
Baca ulasan produk selengkapnya di aplikasi TribunX. Unduh melalui Play Store dan App Store.
(TribunShopping.com/Nina Yuniar)