Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan hari ini Rabu 4 Maret 2026.
Tema renungan hari ini “kamu tidak tahu apa yang kamu minta”.
Renungan hari ini untuk hari Rabu pekan II Prapaskah, Perayaan fakultatif Santo Kasimirus, Pengaku Iman, Santo Lusius, Paus dan Martir, dengan warna liturgi ungu.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Rabu 4 Maret 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini Rabu 4 Maret 2026, Revolusi Mental ala Yesus Kristus
Para lawan Nabi Yeremia berkata, “Marilah kita mengadakan persepakatan terhadap Yeremia, sebab imam tidak akan kehabisan pengajaran, orang bijaksana tidak akan kehabisan nasihat dan nabi tidak akan kehabisan firman.Alkitab digital
Marilah kita memukul dia dengan bahasanya sendiri dan jangan memperhatikan setiap perkataannya!” “Perhatikanlah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah suara pengaduanku! Akan dibalaskah kebaikan dengan kejahatan?
Mereka telah menggali lubang untuk aku! Ingatlah bahwa aku telah berdiri di hadapan-Mu, dan telah berbicara membela mereka, supaya amarah-Mu disurutkan dari mereka.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 31:5-6.14.15-16
Ref. Selamatkanlah aku, ya Tuhan, oleh kasih setia-Mu!
Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia.
Sebab aku mendengar banyak orang berbisik-bisik, menghantuiku dari segala penjuru; mereka bermufakat mencelakakan aku, mereka bermaksud mencabut nyawaku.
Tetapi aku, kepada-Mu ya Tuhan, aku percaya, aku berkata, “Engkaulah Allahku!” Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bebaskanlah dari orang-orang yang mengejarku!
Bait Pengantar Injil: Yoh 8:12b
Akulah terang dunia, sabda Tuhan, barangsiapa mengikut Aku ia akan mempunyai terang hidup.
Bacaan Injil Mat. 20:17-28
"Yesus akan dijatuhi hukuman mati."
Pada waktu Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka,
“Sekarang kita pergi ke Yerusalem, dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.
Mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olok, disesah dan disalibkan, tetapi pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.”
Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus beserta anak-anaknya kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
Kata Yesus, “Apa yang kau kehendaki?” Jawab ibu itu, “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini kelak boleh duduk di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu, dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”
Tetapi Yesus menjawab, “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya, “Kami dapat.”
Yesus berkata kepada mereka, “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”
Mendengar itu, marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata, “Kamu tahu, bahwa pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
Tidaklah demikian di antara kamu! Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu.
Sama seperti Anak Manusia: Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
“Kamu Tidak Tahu Apa yang Kamu Minta”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Dalam hidup, kita sering memanjatkan banyak permohonan kepada Tuhan. Namun tidak jarang kita sendiri belum sungguh memahami apa yang kita minta dan konsekuensi di baliknya. Sabda Tuhan hari ini menuntun kita untuk melihat lebih dalam isi doa-doa kita serta kesiapan hati kita dalam mengikuti kehendak Allah. Dalam bacaan pertama, Nabi Yeremia menghadapi perlawanan dan rencana jahat dari bangsanya sendiri. Ia setia menyampaikan pesan Tuhan, tetapi justru dibalas dengan kebencian. Situasi ini menunjukkan bahwa mengikuti panggilan Tuhan tidak selalu membawa kenyamanan. Ada risiko, ada penderitaan, bahkan penolakan. Namun di tengah semuanya itu, Yeremia tetap berpaling kepada Tuhan. Sementara itu, dalam Injil, Yesus menegur permintaan ibu Yakobus dan Yohanes yang menginginkan kedudukan terhormat bagi anak-anaknya. Yesus menanggapi dengan kalimat yang tajam: “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta.” Ia lalu menegaskan bahwa kebesaran dalam Kerajaan Allah bukan soal jabatan, melainkan tentang kesediaan untuk melayani dan berkorban. Jalan kemuliaan selalu melewati salib.
Dari Sabda Tuhan ini, ada beberapa hal yang dapat kita renungkan: Pertama, memurnikan motivasi doa kita. Apakah doa-doa kita lahir dari kerinduan untuk semakin dekat dengan Tuhan, atau sekadar mengejar kenyamanan dan keberhasilan duniawi? Prapaskah menjadi kesempatan untuk menata kembali isi hati kita agar selaras dengan kehendak-Nya. Kedua, kesiapan menerima konsekuensi panggilan. Mengikuti Kristus berarti siap berjalan di jalan yang tidak selalu mudah. Ketika kita memohon berkat atau tanggung jawab tertentu, apakah kita juga siap memikul tanggung jawab dan pengorbanan yang menyertainya? Ketiga, memahami arti kebesaran sejati. Yesus menunjukkan bahwa yang terbesar adalah dia yang menjadi pelayan. Kebesaran bukan terletak pada dihormati, tetapi pada kemampuan untuk mengasihi dan melayani dengan tulus. Dalam keluarga, komunitas, dan tempat kerja, kita dipanggil untuk menghadirkan semangat pelayanan, bukan mencari pujian.
Saudara-saudari terkasih
Pesan untuk kita, Pertama, marilah kita memohon rahmat agar Tuhan menuntun setiap doa dan harapan kita, sehingga apa yang kita minta sungguh sesuai dengan rencana-Nya. Kedua, semoga kita diberi kerendahan hati untuk melayani dan keteguhan untuk setia, sekalipun harus menghadapi tantangan. Ketiga, kiranya melalui semangat pelayanan, hidup kita semakin menjadi tanda kasih Kristus bagi sesama. Tuhan memberkati kita semua. Amin. (Sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).