TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyiagakan personel dan posko selama 24 jam penuh untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem menjelang Lebaran 1447 H.
Langkah siaga darurat ini dilakukan guna menjamin keselamatan masyarakat serta meningkatkan respons cepat penanganan bencana hidrometeorologi di titik-titik rawan sepanjang jalur mudik.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, R. Haris Martapa mengatakan, posko utama layanan kebencanaan disiagakan selama 24 jam di posko utama Pakem. Tujuannya untuk memantau kondisi lapangan serta memberikan respon cepat apabila terjadi kejadian kebencanaan.
Selain itu, dalamnya upaya mengantisipasi cuaca ekstrem menjelang lebaran, pihaknya juga membuka posko lebaran yang dimulai 15- 24 Maret 2026 bersama relawan di Posko Utama Pakem.
"Ini bagian dari kesiapsiagaan, kami menyiagakan posko yang beroperasi penuh untuk memantau situasi secara real-time," kata Haris, Rabu (4/3/2026).
Dalam pelaksanaannya, BPBD Sleman menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) yang terbagi dalam beberapa shift setiap hari. Personel dibagi shift untuk menangani kejadian kebencanaan yang tidak kenal waktu seperti pohon tumbang, banjir genangan, ataupun tanah longsor yang berpotensi dapat menghambat jalur mudik.
Personel pusdalops sebagai pengendali operasi kedaruratan bencana juga disiapkan. Pelaksanaan di lapangan, BPBD Sleman tidak bekerja sendiri. Personel berkoordinasi dengan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan relawan untuk memastikan jalur evakuasi dan akses wisata terutama lereng Merapi tetap aman dan terkendali.
Selain penguatan personel, BPBD juga melakukan penguatan kesiapsiagaan di wilayah. Bentuknya berkomunikasi dengan Pemerintah Kalurahan, relawan serta unit operasional kebencanaan.
Edukasi kepada masyarakat juga diintensifkan agar masyarakat turut meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.
Langkah kesiapsiagaan ini penting. Sebab, menurut Haris berdasarkan informasi dari Dinas Pariwisata, kunjungan wisata di libur lebaran diperkirakan akan ada kenaikan bahkan menyentuh hingga 4 juta kunjungan di wilayah DIY.
"Kami mohon seluruh pegiat pariwisata mempersiapkan peralatan keselamatan bagi seluruh pengunjung. Bagi wisawatan agar mematuhi petunjuk, rambu dan arahan dari pengelola pariwisata serta mempersiapkan perlatan keselamatan diri sendiri," kata Haris.
Khusus di kawasan lereng Merapi, pengunjung dapat mengikuti perkembangan aktivitas Merapi lewat Aplikasi Simantab maupun bisa menghubungi nomor Pusdalop BPBD Kabupaten Sleman di nomor 082125101212. (*)