Lapas Perempuan Pangkalpinang Miliki Rumah Tahfiz, Ikhtiar Memperkuat Fondasi Keimanan Warga Binaan
suhendri March 05, 2026 10:50 PM

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Pangkalpinang kini memiliki rumah tahfiz sebagai upaya memperkuat pembinaan mental dan spiritual warga binaan.

Peresmian rumah tahfiz bernama Az-Zikra tersebut dilakukan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, Rabu (4/3/2026).

Acara peresmian dirangkaikan dengan tausiah dan buka puasa bersama warga binaan Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang.

Dessy Ayutrisna mengatakan, keberadaan rumah tahfiz di lingkungan lapas bukan sekadar penambahan fasilitas fisik, namun juga bagian dari ikhtiar membangun karakter dan memperkuat fondasi keimanan warga binaan.

"Rumah tahfiz ini bukan hanya tempat menghafal Al-Qur’an, tetapi ruang pembentukan jati diri. Kami ingin proses pembinaan di lapas tidak berhenti pada menjalani masa hukuman, melainkan menjadi titik awal perubahan menuju masa depan yang lebih baik," ujar Dessy kepada awak media, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, pendekatan spiritual memiliki peran penting dalam proses rehabilitasi sosial.

Nilai-nilai keagamaan diyakini mampu menumbuhkan kesadaran, memperkuat mental, serta membangun semangat warga binaan lapas untuk bangkit dan mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat.

Dessy berharap, dengan pembinaan yang berkelanjutan, warga binaan memiliki bekal rohani yang cukup sehingga mampu beradaptasi dan berkontribusi positif setelah menyelesaikan masa pidana.

Lebih lanjut, ia berharap kehadiran Rumah Tahfiz Az-Zikra di Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang dapat membawa dampak positif, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga memperkuat kehidupan sosial-keagamaan di Pangkalpinang secara umum.

Dessy juga mengapresiasi berbagai hasil karya warga binaan Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut.

Produk kerajinan tangan yang dihasilkan warga binaan tersebut dinilai memiliki kualitas yang baik dan berpotensi dikembangkan secara lebih luas.

"Ini bukti bahwa mereka tetap produktif dan terus belajar. Potensi ini harus kita dukung bersama agar menjadi bekal nyata ketika mereka kembali ke masyarakat," tutur Dessy. (t2)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.