Antisipasi Kelangkaan, Stok Gas Melon di Sleman Ditambah hingga 219.360 Tabung
Yoseph Hary W March 06, 2026 12:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Masyarakat Sleman diharapkan tak perlu khawatir lagi akan kesulitan mencari gas melon saat persiapan menjelang hari raya Idul Fitri 1447 H. Sebab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bersama Pertamina telah menambah pasokan Elpiji 3 kg hingga 219.360 tabung di bulan Maret ini untuk menjamin ketersediaan stok gas, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman Susmiarto mengatakan alokasi kuota elpiji 3 kilogram untuk wilayah Kabupaten Sleman tahun 2026 mencapai 47.014 metrik ton (MT) atau setara dengan 15.6 juta tabung. Kendati demikian, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kelangkaan ketika hari libur nasional, pihaknya telah mengajukan tambahan kuota fakultatif atau pasokan ekstra secara bertahap. 

Imbangi permintaan masyarakat

Kuota ekstra ini mencapai puncaknya di bulan Maret, dengan tambahan sebesar 219.360 tabung. Hal ini untuk mengimbangi lonjakan permintaan masyarakat menjelang lebaran.

"Kami berharap dengan penambahan ini, kebutuhan (gas) rumah tangga maupun usaha mikro dapat terpenuhi dengan baik," kata Susmiarto, saat meninjau ketersediaan stok gas elpiji di Kabupaten Sleman, Kamis (5/3/2026). 

Pemantauan gas dilakukan di Agen PT Expra Baru, Nogotirto dan Pangkalan Fajar Group Grosir di Balecatur, Gamping. Ini sebagai upaya pemerintah untuk memastikan stok elpiji bersubsidi tersedia bagi masyarakat. Hasil dari pemantauan, Pemkab Sleman memastikan stok elpiji 3 subsidi dalam kondisi aman. 

Terkait harga, Susmiarto mengungkapkan, Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kg tetap stabil mengacu pada Keputusan Gubernur DIY Nomor 457/KEP/2024. Harga di tingkat pangkalan ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung. Distribusi juga lancar dengan dukungan distribusi dari 38 agen dan 2.802 pangkalan di seluruh Sleman. 

Cek ketepatan volume

Bukan hanya mengecek ketersediaan, Pemkab Sleman juga mengecek ketepatan volume gas oleh UPTD Metrologi Legal, sebagai bagian dari perlindungan terhadap konsumen. Hasil pengecekan sampel secara acak dari tingkat SPPBE hingga pengecer, volume elpiji 3 kg yang beredar dinilai masih memenuhi ambang batas yang ditetapkan, yaitu 8 kg dengan toleransi plus-minus 90 gram. 

"Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai isi tabung, karena pengawasan takaran terus kami lakukan secara ketat," ujarnya. 

Pemerintah juga melakukan pemantauan terhadap kesiapan 51 SPBU dan 27 Pertashop di wilayah Sleman. Uji tera juga dilakukan pada alat pengisian bahan bakar untuk menjamin keadilan bagi konsumen. Susmiarto mengimbau masyarakat agar tidak terjebak dalam perilaku belanja berlebih atau panic buying yang justru dapat mengganggu stabilitas pasar.

"Pemkab telah berkomunikasi dengan PT Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas bahwa kebutuhan BBM dan elpiji bersubsidi akan tercukupi selama masa libur Idul Fitri. Kami mohon masyarakat belanja dengan bijak sesuai kebutuhan saja. Jika ditemukan indikasi kecurangan takaran atau kelangkaan stok, segera laporkan melalui kanal Lapor Sleman atau Call Center Pertamina 135 agar bisa segera kami tindak lanjuti," kata dia. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.