MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Aksi unjuk rasa di depan Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) Jl Andi Pangerang Petta Rani, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (5/3/2026) malam, berakhir ricuh.
Aksi yang berlangsung sejak sore hari itu mulanya hanya diwarnai blokade jalan, namun memicu kemacetan panjang arus lalu lintas.
Beberapa driver ojek online meminta agar diberi akses melintas karena membawa orderan.
Namun, permintaan itu tak disambut baik.
Seorang driver bernama Emil (33) mengaku dipukul oknum pendemo dan sepeda motornya dirusak.
"Kronologi awal itu, kita lagi mengantar makanan orderan, dari pihaknya kita ojol sudah minta izin ke pendemo bahwa kita mau menyelesaikan orderan," ujar Emil.
Bukannya diperbolehkan melintas, Emil mengaku tiba-tiba diserang.
"Motor rusak, dihancurkan. Untuk saat ini yang diketahui baru satu (rusak), tidak tahu kalau ada lagi motor teman-teman lain," kata dia.
Tak sampai di situ.
Adiknya juga mengaku dipukul pendemo.
"Adik saya kena pukul ini sementara visum dan sudah ada pertanggungjawaban dari pihak kampus juga," tutur Emil.
Aksi kekerasan dan pengrusakan sepeda motor itu pun memantik kehadiran massa driver ojek online.
Akhirnya, pendemo dan driver pun saling lempar batu.
Jumlah driver ojek online yang kian banyak membuat kelompok pendemo terdesak mundur.
Mereka lari menyelamatkan diri ke area dalam kampus UNM.
Tak berhenti di situ, dalam rekaman video yang beredar sejumlah driver ojol bahkan masuk ke area kampus mencari kelompok pendemo itu.
Akibat, beberapa fasilitas jendela kampus tampak rusak akibat kejadian itu.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana yang tiba di lokasi pun menenangkan situasi.
Ada puluhan personel Sabhara Polrestabes Makassar dan Brimob Polda Sulsel yang juga dikerahkan untuk menjaga situasi agar tetap kondusif.
"InsyaAllah apa yang menjadi keinginan rekan-rekan ojol akan kami laksanakan. Kami akan memproses pelaku (pemukulan) dan juga memperbaiki motor yang dirusak," ucap Arya menggunakan pengeras suara di tengah massa ojol yang masih berkumpul di gerbang UNM.
Dihampiri setelah memenangkan massa ojol, Arya mengatakan, kehadiran ratusan driver ini tidak terlepas dari rasa solidaritas mereka terhadap rekannya yang dipukuli.
"Tadi ada insiden, ada rekan ojol berselisih paham dengan salah satu pengunjukrasa, motornya juga rusak. Karena solidaritas ojol mereka kumpul semua untuk menuntut keadilan," ujarnya.
Ia pun berjanji mencari pelaku dan memproses hukum.
"Kami dari kepolisian berusaha semaksimal mungkin menemukan pelakunya dan memproses secara hukum dan juga motor ojol yang rusak akan kami ganti," katanya.(*)