Jadwal Imsakiyah Malang, Batu, Surabaya Jumat 6 Maret 2026 dan Info Ngabuburit Edukatif di MINHA
Sarah Elnyora Rumaropen March 06, 2026 04:35 AM

SURYAMALANG.COM, - Memasuki hari ke-16 Ramadhan 2026, ketepatan waktu imsak menjadi krusial bagi umat Muslim di wilayah Jawa Timur guna menjaga kesempurnaan ibadah puasa.

MINHA kini menjadi destinasi ngabuburit edukatif yang tampil dengan wajah baru pasca-revitalisasi.

Jadwal imsakiyah

Berikut jadwal imsakiyah di Malang Raya dan wilayah sekitarnya Jumat 6 Maret 2026:

1. Kota Malang : 04:09 WIB

2. Kabupaten Malang  : 04.09 WIB

3. Kota Batu : 04.09 WIB

4. Kota Surabaya : 04:09 WIB

5. Kabupaten Sidoarjo : 04:09 WIB

6. Kota Blitar: 04:10 WIB

7. Selengkapnya untuk wilayah lain bisa dilihat di sini : LINK

Melalui situs tersebut, masyarakat di seluruh Indonesia bisa mendapatkan informasi jadwal imsakiyah di wilayahnya dari 1 Ramadhan hingga 30 Ramadhan.

Jika ingin mengetahui informasi jadwal imsakiyah di wilayah Anda, ada pilihan "Provinsi", kemudian "Kabupaten/Kota".

Jadwal Sholat Lengkap

Berikut jadwal sholat di Malang Raya dan wilayah sekitarnya Jumat 6 Maret 2026:

Kota Malang

Imsak  Subuh  Terbit  Dhuha  Zhuhr  ‘Ashr  Maghrib  ‘Isya’

04:09    04:19    05:31    05:58   11:44  14:48   17:51   18:59

Kabupaten Malang

Imsak  Subuh  Terbit  Dhuha  Zhuhr  ‘Ashr  Maghrib  ‘Isya’

04:09    04:19    05:31   05:59  11:45   14:49    17:51    19:00

Kota Batu

Imsak  Subuh  Terbit  Dhuha  Zhuhr  ‘Ashr  Maghrib  ‘Isya’

04:09    04:19    05:27    05:59  11:45  14:49    17:55    19:00

Kota Surabaya

Imsak  Subuh  Terbit  Dhuha  Zhuhr  ‘Ashr  Maghrib  ‘Isya’

04:09    04:19    05:31    05:58   11:44  14:47  17:50    18:59

Kabupaten Sidoarjo

Imsak  Subuh  Terbit  Dhuha  Zhuhr  ‘Ashr  Maghrib  ‘Isya’

04:09    04:19    05:31   05:58    11:44  14:47  17:50    18:59

Kota Blitar

Imsak  Subuh  Terbit  Dhuha  Zhuhr  ‘Ashr  Maghrib  ‘Isya’

04:10    04:20    05:33    06:00   11:46  14:51   17:52    19:02

Wisata Edukasi di Wajah Baru MINHA Tebuireng

Mengisi waktu menjelang berbuka puasa tak selalu harus dengan berburu takjil atau berjalan santai di pusat keramaian.

Di Kabupaten Jombang, sejumlah warga justru memilih menghabiskan sore Ramadan dengan cara yang lebih edukatif, yakni mengunjungi Museum Islam Nusantara KH Hasyim Asy’ari (MINHA) di kawasan Pondok Pesantren Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek.

Salah satunya dilakukan oleh Teguh Setiawan (41). Pada Senin (2/3/2026) sore, ia datang ke museum yang berada di lingkungan pesantren tersebut untuk melihat langsung koleksi sejarah perkembangan Islam di Nusantara.

Menurut Teguh, kunjungannya kali ini terasa berbeda karena museum kini memiliki tampilan baru setelah menjalani renovasi besar.

Baca juga: Ngabuburit di Alun-alun Merdeka Malang, Bisa Pilih Jajanan Takjil

Revitalisasi yang rampung dan dibuka kembali pada 13 Januari 2026 membuat suasana museum tampak lebih modern sekaligus nyaman bagi pengunjung.

"Sekarang tampilannya jauh lebih menarik. Penataan koleksinya rapi dan pencahayaannya bagus, jadi lebih hidup," ucapnya saat dikonfirmasi SURYAMALANG.COM pada Kamis (5/3/2026).

Konsep Modern dan Koleksi Sejarah Nusantara

Perubahan paling terasa terlihat pada tata ruang dan penyajian koleksi.

Di beberapa area, artefak sejarah ditampilkan dengan pencahayaan yang dramatis serta dilengkapi penjelasan visual yang informatif. 

Hal itu membuat pengunjung dapat lebih mudah memahami perjalanan panjang penyebaran Islam di wilayah Nusantara.

Berbagai koleksi penting dipamerkan di museum ini, mulai dari kitab-kitab kuno, naskah literasi Islam, hingga artefak budaya yang menunjukkan perpaduan antara tradisi lokal dan dakwah Islam.

Baca juga: 7 Rekomendasi Tempat Ngabuburit Estetik di Kota Batu: Dari Pasar Laron Hingga Cafe View Pegunungan

Di ruang pamer utama, pengunjung juga dapat melihat wayang kulit serta figur para ulama yang memiliki peran besar dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia.

Selain itu, terdapat pula replika prasasti dan nisan kuno dari sejumlah daerah yang menjadi bukti jejak penyebaran Islam.

Teguh menilai keberadaan museum tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat umum untuk mengenal sejarah dengan cara yang lebih ringan dan menarik.

"Tempatnya sekarang lebih estetik dan interaktif. Jadi tidak terasa seperti belajar sejarah yang berat. Justru terasa seperti perjalanan melihat masa lalu," ujarnya.

Akses masuk yang terbuka bagi masyarakat menjadi alasan museum ini ramai dikunjungi sebagai tempat alternatif untuk ngabuburit.

Bagi Teguh, menunggu azan maghrib di tempat tersebut bukan hanya mengisi waktu, tetapi juga menambah wawasan tentang sejarah dan peran ulama dalam perjalanan bangsa.

Uji Coba Layanan dan Misi Penguatan Nilai Kebangsaan

Setelah menjalani proses revitalisasi, Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (MINHA) yang berada di kompleks Pesantren Tebuireng dan area Makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini kembali dibuka dengan konsep yang lebih tertata.

Pengelola museum memulai pembukaan melalui tahap uji coba layanan kunjungan yang berlangsung mulai Selasa (13/1/2026) hingga Sabtu (31/1/2026).

Pada masa ini, seluruh pengunjung dapat menikmati fasilitas museum tanpa dikenakan biaya masuk sebagai bagian dari evaluasi kesiapan layanan.

Baca juga: Alun-alun Kota Batu Jadi Spot Primadona Warga dan Wisatawan untuk Ngabuburit dan Buka saat Ramadan

Revitalisasi MINHA merupakan bagian dari program pengembangan museum yang dikelola oleh Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Dengan wajah barunya, MINHA Tebuireng menghadirkan alur kunjungan yang jelas serta penyampaian informasi koleksi yang disusun secara kronologis agar lebih komunikatif menjangkau pelajar dan generasi muda.

Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Esti Nurjadin, menyampaikan bahwa pembaruan mencakup pembenahan Lantai I dan Lantai II dengan penambahan zona tematik serta ruang pamer baru.

Menurutnya, museum kini menawarkan pengalaman yang lebih mendalam dalam memahami bukti peradaban Islam sejak awal penyebaran hingga masa kemerdekaan.

"Melalui penataan ulang ini, pengunjung diharapkan dapat menangkap gambaran sejarah Islam di Indonesia secara lebih menyeluruh dan berkesinambungan," ucap Indira dalam rilis resmi pada Selasa (13/1/2026).

Indira berharap kehadiran MINHA dengan konsep baru dapat memperluas fungsi museum sebagai ruang belajar dan dialog kebudayaan.

"Harapannya dengan konsep baru ini bisa menjadi edukasi bagi para pengunjung terkait bagaimana nilai-nilai kebangsaan itu diperkuat dalam setiap derap langkah kita semua," ungkapnya.

(Reporter Suryamalang.com/Anggit Puji Widodo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.