Bukber dan Santunan Santri di Payabenua, Kades Adeham Ajak Perkuat Hablum Minallah dan Minannas
Asmadi Pandapotan Siregar March 10, 2026 12:37 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di halaman desa saat ratusan orang berkumpul menjelang waktu berbuka puasa. Di tengah kerumunan santri dan tokoh agama, seorang pria berbaju cokelat tampak menyapa satu per satu tamu yang datang. Ia adalah Kepala Desa Payabenua, Adeham, yang memimpin langsung kegiatan buka puasa bersama sekaligus santunan bagi para santri desa.

Kegiatan yang digelar di Desa Payabenua, Kecamatan Mendo Barat ini bukan sekadar acara buka puasa bersama. Di dalamnya ada rangkaian tausiah, khataman Al-Qur’an, hingga pembagian santunan beras bagi para santri yang menempuh pendidikan di luar desa.

Sekitar 150 santri hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SD hingga SMA, yang sebagian besar menempuh pendidikan di pondok pesantren di luar Pulau Bangka.

Acara diawali dengan tausiah oleh Ustadz Mufid yang membahas tentang hikmah puasa dan sahur selama bulan Ramadan. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya memanfaatkan bulan suci untuk memperkuat keimanan sekaligus memperbaiki hubungan sosial. 

Setelah tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan khataman Al-Qur’an, doa bersama, dan buka puasa bersama para tokoh agama, aparat desa, BPD, serta para ketua RT.

Sebagai bentuk perhatian kepada para santri, panitia juga membagikan santunan beras sebanyak 5 kilogram kepada setiap santri yang hadir.

Kepala Desa Payabenua, Adeham, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin desa setiap bulan Ramadan sebagai bentuk perhatian kepada generasi muda desa yang sedang menempuh pendidikan agama.

“Alhamdulillah setiap Ramadan kita selalu melaksanakan kegiatan buka puasa bersama dengan para santri dan tokoh agama. Tahun ini sekitar 150 santri hadir, mulai dari tingkat SD sampai SMA, kebanyakan mereka mondok di luar Bangka,” kata Adeham.

Ia menjelaskan santunan beras yang dibagikan kepada para santri berasal dari dukungan para investor yang selama ini ikut membantu kegiatan sosial di desa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para investor yang telah memberikan bantuan santunan beras. Bantuan ini sangat berarti bagi para santri,” ujarnya.

Adeham menegaskan kegiatan sosial ini dilaksanakan tanpa menggunakan dana desa, melainkan dari dukungan para donatur dan investor yang peduli terhadap pendidikan generasi muda.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah desa, tokoh agama, masyarakat, dan para santri.

“Acara ini melibatkan banyak unsur, mulai dari aparat desa, BPD, tokoh agama hingga para ketua RT. Semua bersama-sama mendukung kegiatan ini,” jelasnya. (*/ tea)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.