TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Video seorang polisi dikejar pria gondrong membawa obeng viral di media sosial.
Peristiwa itu terjadi di halaman Mapolsek Wajo, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Wajo, Makassar, Sulawesi Selatan.
Dalam video yang beredar, kejadian berlangsung pada siang hari.
Seorang polisi tampak berlari menghindari serangan.
Ia mengenakan kaos bertuliskan “Polisi”.
Pelaku berambut gondrong sebahu itu memakai hoodie hitam.
Polisi tersebut berlari mengelilingi mobil pikap yang terparkir.
Aksi itu dilakukan untuk menghindari kejaran pelaku.
Rekaman video diambil dari luar pagar Mapolsek Wajo.
Kasubsi Penmas Polres Pelabuhan Makassar, Adil, membenarkan kejadian tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 22 Maret 2026.
Ia menjelaskan, kejadian bermula dari kasus kecelakaan lalu lintas.
Insiden itu terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026.
Dua kendaraan terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Salah satunya milik pria berinisial ES.
Kendaraan itu diamankan di Polsek Wajo.
Termasuk kendaraan milik ES.
“Semua kendaraan diamankan untuk proses penanganan perkara,” ujar Adil, Selasa (24/3/2026).
Adil mengungkapkan, ES memiliki riwayat gangguan kesehatan mental.
Dalam beberapa hari terakhir, ia sering datang ke Polsek Wajo.
Ia datang untuk melihat kendaraannya yang diamankan.
Pada Minggu siang, ES kembali datang.
Ia tiba-tiba emosi dan meminta kendaraannya dikembalikan.
Petugas sudah memberikan penjelasan secara persuasif.
Namun, ES tidak menerima.
Ia sempat mengambil besi stainless di sekitar lokasi.
Benda itu berhasil diamankan petugas.
Tak lama, ES kembali mengambil obeng.
Ia kemudian mengejar anggota kepolisian.
Petugas berupaya mengendalikan situasi.
Salah satu anggota mengambil tongkat T sebagai langkah antisipasi.
Tindakan itu membuat ES menghentikan aksinya.
Petugas kemudian mencoba menenangkan ES.
Mereka juga berencana membawanya ke RS Dadi untuk penanganan medis.
Namun, ES menolak.
Akhirnya, ia berhasil ditenangkan di lokasi.
Polisi lalu menghubungi pihak keluarga ES.
Keluarga datang dan menjemput ES.
“Pihak keluarga membenarkan ES memiliki riwayat gangguan mental. Ia juga pernah dirawat di RS Dadi,” tutup Adil. (*)