Jeritan Warga Nglebak Blora: Akses ke Ngawi Bak ‘Jeglongan Sewu’, 7 Km Ditempuh 45 Menit
Rustam Aji March 25, 2026 01:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA – Warga Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan penghubung menuju wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang rusak parah.

Ironisnya, akses vital bagi ekonomi warga perbatasan ini diklaim belum tersentuh pembangunan selama 16 tahun terakhir.

Kondisi jalan sepanjang kurang lebih 7 kilometer tersebut kini didominasi batu lepas, lubang dalam, hingga lumpur saat musim hujan.

Kerusakan ini membuat waktu tempuh warga membengkak hingga tiga kali lipat dari biasanya.

"Kalau jalannya bagus, ke Ngawi hanya 15 menit. Tapi dengan kondisi seperti ini, pakai mobil bisa sampai 45 menit. Kalau hujan sudah bercampur lumpur, seperti 'jeglongan sewu' (seribu lubang)," ujar Suwardi, warga Dukuh Kalikangkung sekaligus Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Nglebak, Selasa (24/3/2026).

Lumpuhnya Akses Ekonomi ke Jawa Timur

Buruknya infrastruktur ini berdampak langsung pada denyut ekonomi 3.000 jiwa warga Desa Nglebak. Secara geografis, warga lebih bergantung pada wilayah Ngawi, Jawa Timur, untuk aktivitas jual beli hasil pertanian hingga pemenuhan kebutuhan pokok dibandingkan ke pusat Kabupaten Blora.

Jarak menuju pusat Kota Blora mencapai 55 kilometer dengan waktu tempuh dua jam. Sementara ke Ngawi, jaraknya hanya sekitar 10 kilometer.

Baca juga: Dilepas Isak Tangis Karyawan, Jenazah Bos Djarum Bambang Hartono Diberangkatkan ke Rembang

Namun, akses terdekat tersebut kini kondisinya sangat tidak layak, terutama pada ruas sepanjang 5 kilometer yang masuk wilayah hutan.

“Semua aktivitas ekonomi kami di Ngawi, mulai dari pasar sampai jual beli kebutuhan sehari-hari. Kami lebih dekat ke sana, tapi jalannya berbatu dan bergelombang parah,” terang Suwardi.

Menanti Perhatian Pemerintah

Menurut Suwardi, perbaikan signifikan terakhir kali dirasakan warga belasan tahun silam. Sejak saat itu, jalur Nglebak-Ngawi seolah terlupakan dari agenda pembangunan infrastruktur daerah maupun provinsi.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Blora, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hingga pemerintah pusat segera turun tangan melakukan betonisasi atau pengaspalan di wilayah perbatasan tersebut.

“Kami berharap pemerintah segera membantu perbaikan jalan, karena ini sangat penting untuk menunjang ekonomi warga Desa Nglebak,” tegasnya.

Desa Nglebak sendiri memiliki sekitar 1.300 Kepala Keluarga (KK). Tanpa perbaikan jalan yang memadai, warga khawatir ketimpangan ekonomi di wilayah perbatasan akan semakin lebar akibat sulitnya mobilitas logistik dan hasil bumi. (iqs)

Baca juga: Imbas Perang Timur Tengah, Presiden Filipina Umumkan Status Darurat Energi Nasional

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.