TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Musibah kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur yang menghanguskan 1 unit rumah non permanen.
Rumah tersebut milik warga Ahmad Efendi di Desa Batu Botuk RT 007, Kecamatan Muara Komam yang ludes terbakar pada Kamis (26/3/2026) pukul 10.00 Wita.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Paser, Lukman Dharma, menyampaikan bahwa laporan kebakaran pertama kali diterima petugas piket Damkar Sektor Muara Komam pada pukul 10.05 Wita.
"Petugas piket menerima laporan dari warga sekitar yang melihat api sudah membesar. Rumah itu dalam kondisi kosong saat kejadian," terang Lukman.
Baca juga: Gubernur Rudy Masud Sambangi Korban Kebakaran di Paser, Pastikan Pemerintah Selalu Mendampingi
Begitu laporan diterima, regu piket segera bergerak menuju lokasi dengan kekuatan awal empat personel, ditambah tiga personel yang sedang siaga.
"Petugas berangkat pada pukul 10.08 Wita dan tiba di lokasi lima menit kemudian. Jarak dari pos ke lokasi sekitar 2,1 kilometer," tambahnya.
Lukman menilai, api dengan cepat menghanguskan bangunan karena material rumah yang sebagian besar terbuat dari bahan non permanen.
Dari insiden kebakaran tersebut, luas area yang terbakar sekitar 50 meter persegi, menghanguskan 1 unit rumah dan hanya menyisakan puing-puing bangunan.
"Satu rumah terbakar 100 persen, sementara satu rumah lainnya terdampak sekitar 10 persen," ungkapnya.
Dalam proses pemadaman, Damkar Paser mengerahkan satu unit mobil Branwir, satu unit tangki Dalkarhutla, dan satu unit tangki suplai.
Sumber air diambil dari sungai terdekat.
Saat proses pemadaman, dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk Koramil Muara Komam, relawan MPA, staf kecamatan, serta warga sekitar.
"Metode pemadaman dilakukan secara preventif dan antisipatif agar api tidak merembet ke bangunan lain. Sinergi antar instansi dan masyarakat sangat membantu kami menuntaskan pemadaman," tegasnya.
Lukman memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp67,5 juta.
"Kerugian cukup besar karena rumah terbakar total. Tapi yang terpenting tidak ada korban jiwa," ulasnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, kebakaran diduga dipicu oleh obat nyamuk bakar yang ditinggalkan dalam kondisi menyala.
"Dugaan awal penyebab kebakaran adalah obat nyamuk bakar. Ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati,” ungkapnya.
Lukman menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah tangga.
Hal-hal kecil seperti obat nyamuk, lilin, atau korsleting listrik dianggap dapat memicu kebakaran besar.
"Kami imbau masyarakat selalu memastikan kondisi rumah aman sebelum ditinggalkan," pungkasnya. (*)