Saatnya Koperasi Bertransformasi Jadi Korporasi Rakyat, Tata Kelola Harus Modern
Wahyu Aji March 30, 2026 12:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Transformasi koperasi menjadi korporasi rakyat dinilai sebagai kebutuhan mendesak di tengah perubahan struktur ekonomi dan meningkatnya persaingan usaha. 

Koperasi tidak lagi cukup berperan sebagai organisasi berbasis anggota, tetapi harus tumbuh sebagai entitas usaha yang kuat, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi di Kementerian Koperasi RI, Henra Saragih, saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 Koperasi Konsumen Kana di Surabaya, Jumat (27/3/2026) pekan lalu.

“Koperasi harus modern dalam tata kelola dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi anggota serta masyarakat,” ujar Henra dikutip, Minggu (29/3/2026).

Menurut dia, tantangan ekonomi saat ini menuntut koperasi tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dengan model bisnis yang lebih terstruktur dan berorientasi pada keberlanjutan.

Penguatan kelembagaan dinilai harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas usaha agar koperasi mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Ia menilai tema RAT, yakni Dari Koperasi Menjadi Korporasi untuk Rakyat, mencerminkan arah baru pengembangan koperasi di Indonesia. Transformasi tersebut, kata Henra, bukan berarti meninggalkan nilai-nilai dasar koperasi, melainkan memperkuat peran ekonomi kerakyatan melalui pengelolaan yang lebih profesional.

“Ini sekaligus menjadi momentum penguatan kelembagaan dan usaha,” kata Henra.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya digitalisasi dan tata kelola yang transparan sebagai bagian dari upaya modernisasi koperasi.

Dengan sistem yang lebih akuntabel dan efisien, koperasi diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan anggota sekaligus memperluas jangkauan usaha.

Sejalan dengan itu, Koperasi Konsumen Kana mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam dua tahun terakhir.

Ketua Koperasi Konsumen Kana, Jonathan Danang Wardhana, mengatakan, jumlah anggota meningkat dari 44 orang pada 2023 menjadi 100 orang pada 2024, lalu mencapai 207 orang pada 2025.

Dari sisi usaha, kapasitas produksi gula merah juga melonjak dari 15 ton per hari pada 2023 menjadi 50 ton pada 2024, dan 70 ton pada 2025.

"Melalui Program Koperasi Manis, Kana turut memperluas jaringan dengan menggandeng sekitar 300 KDKMP hingga 2025," katanya. 

Capaian tersebut menunjukkan penguatan tidak hanya pada organisasi, tetapi juga pada kapasitas bisnis dan pertumbuhan tersebut menjadi fondasi untuk mendorong koperasi naik kelas tanpa meninggalkan jati diri.

Memasuki 2026, Kana menargetkan penguatan unit usaha dan perluasan kemitraan sebagai bagian dari roadmap pengembangan.

Baca juga: Transaksi BNI Agen46 Tumbuh 37,2 Persen, Dorong Ekonomi Kerakyatan Lewat Program KDMP/KKMP

"Langkah ini diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperluas dampak ekonomi bagi anggota dan masyaraka," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.