Dalam Tiga Bulan, 10 Ibu Meninggal Saat Melahirkan di Jember
Haorrahman March 31, 2026 08:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Jember, Jawa Timur, mencatat 10 kasus kematian ibu saat melahirkan sepanjang Januari hingga Maret 2026.

Data tersebut merupakan akumulasi angka kematian ibu (AKI) yang terjadi di sejumlah wilayah layanan kesehatan di Jember selama tiga bulan pertama tahun ini.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes P2KB Jember, Gini Wuryandari, mengatakan jumlah kasus tersebut tersebar dalam beberapa bulan dengan tren fluktuatif.

“Data yang kami terima pada Januari sebanyak tiga kasus, Februari lima kasus, dan Maret sebanyak dua kasus,” ujarnya, Senin (31/3/2026).

Baca juga: Remaja Lumajang Hilang Terseret Arus di Muara Bondoyudo Jember

Penyebab Utama

Menurut Gini, sebagian besar kasus kematian ibu saat melahirkan dipicu oleh komplikasi obstetri, termasuk perdarahan saat maupun setelah persalinan.

“Komplikasi obstetri meliputi perdarahan saat persalinan, pascapersalinan, hipertensi dalam kehamilan seperti preeklampsia atau eklampsia, serta adanya penyakit penyerta,” jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang sering menyebabkan kondisi ibu hamil memburuk secara cepat saat proses persalinan.

Dinkes mencatat kasus kematian ibu tersebut tersebar di beberapa wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Jember, antara lain:

  1. Puskesmas Gumukmas
  2. Puskesmas Ledokombo
  3. Puskesmas Mumbulsari
  4. Puskesmas Silo 1
  5. Puskesmas Puger
  6. Puskesmas Gladakpakem di Kecamatan Sumbersari
  7. Puskesmas Ajung di Kecamatan Ajung
  8. Puskesmas Sukorejo di Kecamatan Bangsalsari

Menurut Gini, sebagian besar ibu meninggal dunia saat menjalani proses persalinan di rumah sakit.

“Sementara yang meninggal di puskesmas hanya satu kasus, yakni di Puskesmas Puger,” ujarnya. 

Baca juga: Hari Ketiga Pencarian Wisatawan Hanyut di Pantai Papuma Jember Terkendala Ombak Tinggi

Tren Menurun

Berdasarkan data Dinkes P2KB Jember, angka kematian ibu dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren penurunan.

Pada 2024 tercatat 43 kasus kematian ibu, kemudian turun menjadi 27 kasus pada 2025.

Pemerintah daerah berharap tren penurunan tersebut dapat terus berlanjut pada 2026.

Kepala Dinkes P2KB Jember, M. Zamroni, mengatakan pemerintah daerah telah mengerahkan sekitar 1.200 tenaga kesehatan untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Baca juga: Tradisi Kupatan Jember, 36 Pegon Diarak 6 Km ke Pantai Watu Ulo

Menurutnya, upaya tersebut melibatkan berbagai unsur mulai dari tenaga kesehatan, penyuluh kesehatan, camat, dokter, hingga kader posyandu.

“Tenaga kesehatan, penyuluh kesehatan, camat, dokter hingga kader posyandu dilibatkan untuk bahu-membahu menuntaskan persoalan stunting, kematian ibu, dan kematian bayi di Jember,” ujarnya.

Pendampingan juga dilakukan kepada ibu hamil dengan risiko tinggi agar mereka mendapatkan pengawasan kesehatan yang lebih intensif selama masa kehamilan hingga persalinan.

“Kami sudah bergerak, sehingga program itu diharapkan mampu menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Kabupaten Jember,” kata Zamroni.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.