TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar mendorong kelurahan serta RT/RW untuk membentuk dan mengaktifkan Bank Sampah Unit (BSU) sebagai sarana pengelolaan dan penyaluran sampah masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Makassar, Helmy Budiman, mengatakan hingga saat ini baru sekitar 100 BSU yang aktif beroperasi.
Padahal, berdasarkan jumlah RW, potensi pembentukan BSU bisa mencapai 1.000 unit.
“Kalau melihat jumlah RW, minimal kita bisa punya 1.000 BSU,” ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Selasa (31/3/2026).
Helmy menegaskan, pihaknya terus mendorong serta memfasilitasi pembentukan BSU di setiap wilayah guna memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Ia menjelaskan, melalui UPTD Bank Sampah Pusat, DLH siap menampung sampah yang dikumpulkan dari BSU. Fasilitas tersebut berlokasi di Jalan Toddopuli, Kecamatan Panakukkang.
“Secara umum, bank sampah pusat sudah kami siapkan anggarannya,” katanya.
Selain itu, DLH Makassar juga tengah melakukan peningkatan status kelembagaan UPTD menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Langkah ini bertujuan memperkuat peran serta meningkatkan kualitas pelayanan Bank Sampah Pusat.
“Dengan status BLUD, pengelolaan keuangan lebih fleksibel dan memiliki aturan tersendiri secara mandiri,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses peningkatan kelembagaan tersebut saat ini masih berlangsung di tingkat Pemerintah Provinsi.
Helmy juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi membuang sampah plastik sembarangan. Menurutnya, sampah nonorganik seperti botol plastik justru memiliki nilai ekonomi jika dikelola melalui bank sampah.
“Jangan buang sampah plastik sembarangan karena bisa bernilai uang jika disetor ke bank sampah,” tegasnya.
Sampah nonorganik yang terkumpul nantinya akan didaur ulang melalui kerja sama dengan vendor atau pihak ketiga.
“Untuk pengolahan daur ulang, BSU bekerja sama dengan vendor atau pihak ketiga,” katanya.(mur)