Antre Tiket, Wisatawan Mikutopia Meninggal Perjalanan Dibawa ke RS, Keluarga Tak Permasalahkan
Ignatia Andra April 01, 2026 12:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Wisata baru di Kota Batu bernama Mikutopia memang sedang diminati oleh warga.

Belakangan, tempat wisata tersebut menjadi TKP seorang wanita meregang nyawa.

Wisatawan Mikutopia yang berlokasi di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, pingsan saat antre tiket dan berujung meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Peristiwa nahas ini terjadi saat momen libur panjang Lebaran Idul Fitri pada Senin (23/3/2026) lalu.

Sosok korban

Korban diketahui seorang perempuan berinisial S (45), warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.

Kapolsek Bumiaji, AKP Anton Hendry membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, insiden ini bermula ketika korban mendampingi suami mengantre tiket di loket wisata Mikutopia.

Tanpa ada tanda-tanda yang mencurigakan, korban yang semula berdiri kemudian jatuh pingsan.

“Benar, memang ada kejadian wisatawan meninggal dunia. Waktu menunggu suaminya antre tiket, yang bersangkutan tiba-tiba jatuh pingsan,” kata Anton saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (31/3/2026), dikutip TribunJatim.com, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Akhiri Polemik Lahan, Pemkab Tulungagung Hibahkan Rp4 M Bangun Markas Polsek Sumbergempol & Ngantru

Melihat kondisi tersebut, korban kemudian dibawa ke Pos P3K di area wisata untuk mendapatkan penanganan awal.

Namun, karena kondisinya terus menurun, korban selanjutnya dirujuk ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

“Korban kemudian dilarikan menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Punten, karena kondisinya yang menurun,” ujarnya.

Baca juga: Kasus Kredit Fiktif Bank BUMN Pare: Kejari Kediri Tahan Tersangka Baru, Rugikan Negara Rp2,5 M

Nahas, meskipun telah dilakukan evakuasi ke rumah sakit, nyawa korban tidak dapat tertolong. Anton mengatakan, korban meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

“Dokter jaga rumah sakit yang melakukan pemeriksaan mengatakan bahwa yang bersangkutan sudah meninggal dunia,” ucapnya.

Tak dipersoalkan keluarga

Berdasarkan dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit darah tinggi.

Karena itu, pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan tidak mengajukan tuntutan, serta menolak dilakukan otopsi.

“Keluarga korban juga tidak mempermasalahkan peristiwa ini, dan sudah merelakan karena memang istrinya memiliki riwayat sakit darah tinggi,” bebernya.

Pihak Mikutopia buka suara

Terpisah, Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadani, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Ia menjelaskan bahwa korban sempat pingsan di lokasi dan langsung mendapatkan penanganan dari tim medis wisata.

“Korban memang sempat pingsan di lokasi. Tim medis kami segera memberikan pertolongan dan membawanya ke rumah sakit. Namun, korban meninggal dunia saat berada di rumah sakit,” tegas Panji.

Meski demikian, kasus ini dinilai telah selesai dan tidak dipermasalahkan oleh pihak keluarga.

“Pihak keluarga tidak menuntut apa pun kepada kami,” singkat Panji.

Apa itu Mikutopia?

Mikutopia tempat wisata baru di Kota Batu yang berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiajidigadang-gadang bakal jadi destinasi wisata hits dan viral.

Taman rekreasi keluarga bertema jamur warnawarni dengan latar belakang Gunung Arjuno itu kini memasuki masa uji coba kunjungan.

Uji coba dengan tiket masuk gratis untuk pengunjung mulai tanggal 14-20 Maret 2026.

Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani mengatakan, selama masa uji coba masyarakat bebas datang untuk menikmati suasana wisata, maupun melihat bagian dalam tempat wisata.

“Tujuan utama digratiskannya tiket masuk adalah untuk mengukur kesiapan fasilitas, alur pelayanan, hingga kapasitas sumber daya manusia di lapangan."

"Kami ingin memastikan ketika nanti tiket berbayar diberlakukan, seluruh sistem sudah berjalan dengan baik tanpa kendala,” kata Panji kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (15/3/2026).

Pesona Warna yang Memanjakan Mata

Panji menjelaskan, Mikutopia mengusung konsep taman rekreasi keluarga dengan puluhan wahana permainan yang unik dengan sebagian besar menggunakan nama-nama jenis jamur.

Di sana juga ada ratusan spot foto dengan kombinasi warna-warna cerah yang menggemaskan.

Selain area rekreasi, di sana juga ada puluhan wahana permainan keluarga, diantaranya  Roller Coaster Oyster Coaster, Bianglala Lactarius, Big Train Clavulina, Carousel Crispa dan Flying Tower Camemberti. Untuk wahana, harga tiket yang dipatok bervariasi mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 25.000.

“Kami melihat antusiasme pengunjung di hari kedua ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan hari sebelumnya,” ujarnya.

Selama masa uji coba berlangsung, pengelola akan menampung masukan-masukan para pengunjunh yang datang, sebab di tahap uji coba ini menjadi bagian evaluasi sebelum resmi dibuka.

“Salah satu masukan yang paling banyak disampaikan adalah kebutuhan tempat berteduh."

"Saat ini jumlahnya masih terbatas. Ke depan kami berkomitmen menambah gazebo dan memperbanyak pohon peneduh agar pengunjung lebih nyaman,” jelasnya.

Ke depan pengelola berencana akan menambah sejumlah wahana baru diantaranya Gokart, bom-bom car, virtual reality dan juga mini train.

Sementara itu pengunjung yang datang dari Malang, Mikaela mengaku penasaran setelah melihat teman sekolahnya mengunggah foto saat berada di Mikutopia, sehingga ia mengajak orang tuanya untuk datang.

“Awalnya lihat teman sudah datang ke sini kemarin. Terus lihat tempat wisatanya bagus warna warni, lucu buat foto. Jadi saya dan keluarga ke sini."

"Sampai sini ternyata tidak mengecewakan. Aslinya sama yang difoto bagus aslinya. Full color banget, udaranya juga sangat sejuk. Mumpung gratis juga jadi pas banget,” terang Mikaela.

Sedangkan Warga Desa Tulungrejo, Sulistyoningsih menilai keberadaan wisata ini memberikan dampak positif sekaligus alternatif hiburan bagi warga.

Selain menambah pilihan wisata, adanya wisata ini juga memberdayakan masyarakat sekitar.

“Tentu senang ada tempat wisata baru. Konsepnya menarik beda dari wisata lain yang ada di Batu maupun daerah lain."

"Terlebih banyak warga sini yang diberdayakan, alhamdulillah,” tutur Sulistyoningsih.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.