Bupati Batang Ingin Ada KRL Tujuan KITB: Jadi Solusi Macet dan Ringankan Pekerja
rika irawati April 01, 2026 09:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Bupati Batang M Faiz Kurniawan mendorong penyediaan kereta rel listrik atau KRL yang menghubungkan kawasan permukiman warga dengan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Kehadiran KRL sebagai transportasi massal ini diharapkan dapat memangkas biaya dan waktu tempuh ribuan pekerja di KITB.

Proyek ini dirancang menghubungkan Stasiun Batang langsung ke kawasan pelabuhan di KITB.

Untuk mewujudkan gagasan ini, Faiz mengaku tengah melobi pemerintah pusat lewat subsidi Public Service Obligation (PSO).

"Ini bukan sekadar transportasi, tapi solusi nyata untuk meringankan beban pekerja."

"Kami ingin, mereka bisa berangkat kerja dengan lebih hemat, aman, dan nyaman," kata Faiz, Rabu (1/4/2026). 

Baca juga: Ada Kabar PPPK Bakal Dihapus di Tengah Wacana Efisiensi Anggaran, Ini Jaminan Bupati Batang

Dengan target tarif hanya sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000, moda transportasi ini diharapkan menjadi alternatif utama bagi pekerja, khususnya dari wilayah Bandar dan sekitarnya, yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi.

Tak hanya soal efisiensi biaya, kehadiran KRL ini juga diyakini mampu mengurangi kepadatan lalu lintas menuju kawasan industri yang terus berkembang pesat. 

Para pekerja nantinya cukup menuju stasiun terdekat, lalu melanjutkan perjalanan dengan KRL langsung ke area kerja.

Saat ini, Pemkab Batang juga mulai membenahi infrastruktur pendukung. 

Di antaranya, penerangan jalan, akses menuju stasiun, hingga fasilitas penunjang lain agar selaras dengan kebutuhan pekerja, termasuk mereka yang bekerja dengan sistem sif malam.

"Transportasi harus terintegrasi dengan kenyamanan lingkungan. Kami pastikan, pekerja tidak hanya mudah berangkat, tapi juga merasa aman saat pulang, bahkan di malam hari," katanya.

Baca juga: ASN Pemkab Batang Didorong Jalan Kaki atau Naik Sepeda ke Kantor, Bupati Faiz Siapkan Hadiah

Jika terealisasi, proyek ini berpotensi menjadi tonggak baru sistem transportasi di daerah, sekaligus memperkuat daya saing Kawasan Industri Terpadu Batang sebagai magnet investasi nasional.

Dengan ambisi menghadirkan layanan setara KRL seperti di Jakarta, Batang kini bersiap dari kawasan industri berkembang menjadi daerah dengan sistem mobilitas modern yang berpihak pada pekerja. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.