Skenario PSMS Promosi Liga 1, Wajib Sapu Bersih 4 Laga Sisa di Grup A
Salomo Tarigan April 02, 2026 07:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Peluang PSMS Medan untuk meraih tiket promosi ke Super League musim depan masih terbuka, meski jalannya terbilang berat.

 Tim berjuluk Ayam Kinantan itu masih memiliki kans untuk menembus posisi dua besar klasemen Grup A Pegadaian Championship musim 2025/2026, dengan catatan mampu tampil sempurna di sisa pertandingan.

Saat ini, PSMS Medan masih tertahan di peringkat keenam dengan koleksi 30 poin.

Sementara itu, puncak klasemen ditempati Adhyaksa FC dengan 43 poin, disusul Garudayaksa FC di posisi kedua dengan 41 poin.

Di bawahnya, Sumsel United FC mengoleksi 37 poin, FC Bekasi City dengan 36 poin, serta Persiraja Banda Aceh di peringkat kelima dengan 34 poin.

Dengan empat laga tersisa, PSMS Medan secara matematis masih memiliki peluang untuk merangsek naik ke posisi kedua.

 Jika mampu menyapu bersih seluruh pertandingan, tim asuhan Eko Purdjianto berpotensi menambah 12 poin dan mengakhiri musim dengan total 42 poin.

Jumlah tersebut membuat PSMS berpeluang melampaui Garudayaksa FC yang saat ini mengoleksi 41 poin.

Namun, skenario itu hanya bisa terwujud jika Garudayaksa gagal meraih tambahan poin signifikan di laga-laga sisa.

Sementara untuk posisi puncak yang ditempati Adhyaksa FC, peluang PSMS dipastikan sudah tertutup karena selisih poin yang terlalu jauh.

Meski demikian, langkah PSMS tidak hanya bergantung pada performa mereka sendiri.

Ayam Kinantan juga harus berharap tim-tim di atas seperti Sumsel United FC, FC Bekasi City, dan Persiraja Banda Aceh terpeleset dan kehilangan poin.

 Ketatnya selisih angka di papan atas membuat persaingan masih sangat terbuka hingga akhir musim.

Namun, peluang tersebut akan langsung tertutup jika PSMS gagal meraih kemenangan dalam satu saja pertandingan tersisa.

Kondisi ini membuat setiap laga menjadi sangat krusial bagi PSMS Medan. 

Selain itu, mereka juga perlu waspada terhadap Persikad Depok yang berada tepat di bawah dengan 29 poin dan berpotensi menggeser posisi jika PSMS terpeleset.

Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, menegaskan timnya tetap akan berjuang maksimal hingga akhir kompetisi, meski peluang yang dimiliki terbilang tipis.

“Kita tetap menghabiskan sisa pertandingan. Walaupun peluang tipis sekali, tapi kita tidak boleh melemah dan tidak boleh patah semangat. Kita profesional, walaupun nanti tidak bisa lolos, kita tetap fight di sisa pertandingan ke depan,” ujar Eko kepada Tribun Medan.

Namun, peluang PSMS Medan untuk menyapu bersih sisa pertandingan dipastikan tidak mudah.

Dari empat laga yang tersisa, Ayam Kinantan harus menjalani tiga pertandingan tandang dan hanya satu kali bermain di kandang sendiri.

Dalam waktu dekat, PSMS Medan akan menghadapi ujian berat dengan bertandang ke markas Persikad Depok di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (5/4). Laga ini menjadi krusial mengingat Persikad merupakan pesaing terdekat di papan klasemen.

Selanjutnya, PSMS kembali melakoni laga tandang dengan menghadapi tim papan atas, Garudayaksa FC, di stadion yang sama pada 11 April.

Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu penentu, mengingat Garudayaksa saat ini berada di posisi kedua klasemen.

Setelah dua laga away beruntun, PSMS Medan baru akan kembali bermain di hadapan pendukungnya saat menjamu Sriwijaya FC pada 19 April.

Laga kandang ini menjadi peluang emas untuk mengamankan poin penuh sebelum menjalani laga terakhir.

Pada pertandingan penutup, PSMS Medan kembali dihadapkan dengan laga tandang yang tak kalah berat, yakni melawat ke markas Persiraja Banda Aceh di Stadion H Dimurthala pada 2 Mei. Duel ini berpotensi menjadi laga penentuan bagi kedua tim dalam perebutan posisi papan atas klasemen.

Oleh sebab itu, Eko mengakui secara hitung-hitungan peluang PSMS cukup berat.

 Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat tim untuk tetap tampil maksimal di setiap laga.

“Memang kalau dari segi hitung-hitungan jauh, tapi kita tetap fight. Siapapun lawannya,” tambahnya.

Eko menambahkan, evaluasi terus dilakukan, terutama pada aspek pertahanan dan penyelesaian akhir yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah tim. 

Pasalnya, pada laga sebelumnya yang berakhir imbang 1-1 kontra PSPS Pekanbaru di Stadion Utama Sumatera Utara, Sabtu (28/3), PSMS Medan harus kebobolan melalui situasi bola mati (set piece) yang gagal diantisipasi dengan baik oleh lini pertahanan. Gol tersebut menjadi catatan evaluasi penting bagi tim, terutama dalam mengawal momen-momen krusial di area pertahanan.

“Kita akan selalu evaluasi. Kemarin kita kebobolan dari bola set piece, itu jadi catatan. Finishing juga, kita cuma cetak satu gol padahal secara statistik peluang kita lebih banyak. Seharusnya bisa lebih,” jelasnya.

Situasi ini membuat empat pertandingan terakhir akan menjadi penentu nasib PSMS Medan.

Skenario terbaik adalah menyapu bersih kemenangan, sembari berharap hasil pertandingan tim pesaing berpihak pada mereka.

Dengan kondisi klasemen yang ketat dan persaingan yang masih terbuka, perjuangan Ayam Kinantan dipastikan belum berakhir.

 Empat laga tersisa akan menjadi ujian terakhir untuk menjaga asa promosi tetap hidup.

(Cr29/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.