TRIBUNMANADO.CO.ID - Gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) pagi.
Gempa juga terasa di wilayah Maluku Utara (Malut), salah satunya Pulau Batang Dua, Kota Ternate yang cukup dekat dengan titik gempa.
Akibatnya bangunan Gereja Kalvari Pentakosta Missi di Indonesia (GKPMI) Jemaat "Imanuel" di Lelewi di Kecamatan Pulau Batang Dua, mengalami kerusakan cukup parah.
Dari foto dan informasi yang diterima Tribun Manado, bagian dalam gereja tampak dipenuhi reruntuhan material bangunan.
Mulai dari batako, kayu hingga plafon yang ambruk.
Sejumlah dinding terlihat roboh, sementara struktur penyangga mengalami kerusakan berat.
Tak hanya itu, pada bagian atap, rangka kayu terlihat bergeser dan sebagian penutup atap terlepas, membuat kondisi bangunan terbuka dan tidak lagi utuh.
Saat dihubungi, Ketua Umum GKPMI, Pdt Alexander Sasauw membenarkan kejadian tersebut.
“Ia benar, gedung gereja alami kerusakan saat terjadi gempa,” ujarnya saat dihubungi via telepon.
Menurutnya, informasi tersebut disampaikan oleh jemaat serta pendeta yang bertugas di lokasi.
Ia mengungkapkan, suasana sempat panik saat gempa terjadi.
“Kondisi bangunan mengalami kerusakan cukup parah, bahkan sudah tidak bisa digunakan,” tambahnya.
Meski demikian, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Rasid Poli, seorang saksi mata menuturkan, saat kejadian ia tengah mencangkul di samping kanopi gedung KONI Sulut yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Sario Utara, Kec. Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Tiba tiba terjadi gempa. Dalam keadaan kalut dilihatnya korban yang bernama Deice Lahia (69) berlari untuk menyelamatkan diri dari tempat tinggalnya di bagian bawah kanopi.
Sialnya ia tertimpa bangunan. "Ia tertimpa bangunan di bagian tengah kanopi," katanya.
Rasid mengaku kenal dekat dengan korban. Deice sehari-harinya jualan di seputaran lapangan KONI Sario, Manado.
Sebut dia, Deice adalah kakak dari petinju kawakan Sulut Ilham Lahia. Ia mengaku agak trauma.
Untuk menenangkan diri, ia duduk di kursi sambil minum air putih. Sesekali ia menyesap rokok.
Saksi lainnya sempat memperingatkan oma untuk lari saat gempa.
Tapi Oma masih sibuk berkutat dengan tanaman ricanya. (Pet/Art)
Baca juga: Data Sementara Jumlah Korban Gempa Magnitudo 7,6 di Manado Sulut, Satu Orang Tertimpa Reruntuhan