Ketua Hiswana Migas Sulbar Pastikan Harga BBM Stabil, Tidak Ada Kenaikan
Nurhadi Hasbi April 02, 2026 01:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Sulawesi Barat yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Mamuju Tengah, H. Rukmana Salim, memastikan hingga saat ini tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi.

Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya isu di masyarakat mengenai kemungkinan kenaikan harga dan kelangkaan BBM.

Rukmana Salim mengklarifikasi bahwa semua jenis BBM, mulai dari Pertalite, Pertamax, Dexlite, hingga Biosolar, masih mempertahankan harga yang sama seperti sebelumnya.

Baca juga: Pembangunan Jembatan Gantung di Tinapu Pasangkayu Dimulai, TNI Libatkan Banyak Pihak

Baca juga: Sidak 5 Pangkalan dan 1 Agen, Polres Pasangkayu Pastikan Distribusi LPG 3 Kg di Desa Ako Aman

Adapun rincian harga BBM terkini di wilayah Sulawesi Barat:

  • Pertalite: Rp10.000 per liter
  •  Biosolar: Rp6.800 per liter
  • Pertamax: Rp12.600 per liter
  • Dexlite: Rp14.500 per liter

"Tidak ada kenaikan harga BBM subsidi dan nonsubsidi semua jenis, baik itu Pertalite, Pertamax, Dexlite, dan Biosolar," ujar Rukmana Salim saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Kamis (2/4/2026).

Ketersediaan BBM Dipastikan Aman

Menurutnya, tidak adanya kenaikan harga BBM ini sangat berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi masyarakat.

Dengan harga BBM yang tetap, daya beli masyarakat dan harga kebutuhan pokok lainnya dapat terjaga.

Rukmana Salim juga menyebutkan bahwa kondisi ketersediaan BBM di wilayah Sulawesi Barat saat ini dalam keadaan stabil dan aman.

Seluruh kebutuhan masyarakat terhadap BBM terpenuhi dengan baik.

"Semoga kondisi ini bisa terus dipertahankan ke depannya," tambahnya.

Menyikapi isu-isu yang beredar, Rukmana Salim mengimbau kepada seluruh masyarakat Sulawesi Barat untuk tidak mudah percaya terhadap isu kenaikan harga maupun kelangkaan BBM yang tidak jelas sumbernya.

Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan memastikan informasi hanya bersumber dari pihak-pihak resmi yang berwenang.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panic buying," pungkasnya. (*)

Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.