TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Suasana khidmat menyelimuti Gereja Katolik Stasi Santo Petrus, Kelurahan Martajaya, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Jumat (3/4/2026) pagi.
Umat Katolik tampak larut dalam doa saat mengikuti rangkaian ibadat Jumat Agung, yang diawali dengan Jalan Salib sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan Yesus Kristus.
Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi, sejak pukul 07.00 WITA, jemaat mulai berdatangan ke gereja.
Mereka memasuki area melalui pintu utama maupun pintu samping kiri dengan tertib dan penuh ketenangan.
Baca juga: 46 Personel Polisi Amankan Ibadah Jumat Agung di Mamuju Tengah, Umat Beribadah Khusyuk
Baca juga: Lowongan Kerja Bank Muamalat Mamuju April 2026, Dibuka Posisi Office Boy, Simak Syaratnya
Wajah-wajah jemaat terlihat serius dan penuh penghayatan.
Beberapa di antaranya membawa buku doa, sementara yang lain menggenggam rosario untuk mengikuti ibadat dengan khusyuk.
Setibanya di dalam gereja, jemaat langsung diarahkan duduk rapi di bangku yang telah disusun.
Suasana hening mulai terasa. Hanya terdengar bisikan doa lirih dari para jemaat yang menundukkan kepala.
Tepat pukul 08.00 WITA, ibadat Jalan Salib dimulai. Seluruh jemaat berdiri dan mengikuti setiap perhentian secara bergantian.
Sebanyak 14 ornamen Perhentian Jalan Salib yang terpajang di sepanjang dinding gereja menjadi pusat perhatian.
Setiap perhentian menggambarkan kisah sengsara Yesus Kristus, mulai dari dijatuhi hukuman hingga wafat di kayu salib.
Saat ibadat berlangsung, jemaat serentak mengarahkan pandangan ke setiap ornamen tersebut.
Mereka merenung dalam diam. Sebagian tampak menitikkan air mata, larut dalam suasana duka yang sakral.
Doa-doa dilantunkan dengan suara lembut, berpadu dengan nyanyian rohani yang menambah suasana haru.
Seluruh rangkaian ibadat berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan.
Usai pelaksanaan ibadat Jalan Salib, Ketua Stasi Santo Petrus, Santo Agustinus, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Jumat Agung.
“Ibadat Jalan Salib ini merupakan rangkaian dari ibadah Jumat Agung yang puncaknya akan dilaksanakan pukul 15.00 WITA,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ia menjelaskan, ibadat tersebut bertujuan mengenang pengorbanan Yesus Kristus yang disalibkan demi menebus dosa umat manusia.
“Dalam iman kami, Yesus Kristus mengalami penderitaan, dicela, disiksa, hingga disalibkan. Namun Ia bangkit pada hari ketiga, yang menjadi makna utama dari perayaan Paskah,” jelasnya.
Santo menambahkan, rangkaian perayaan Paskah telah dimulai sejak Minggu Palma, dilanjutkan Kamis Putih, dan kini Jumat Agung.
Ia menyebut, seluruh rangkaian berjalan lancar dan penuh kekhidmatan.
Jumlah jemaat yang mengikuti ibadat di Gereja Santo Petrus mencapai sekitar 400 orang.
Mereka berasal dari sekitar 50 kepala keluarga, terdiri dari Stasi Martajaya dan Stasi Tikke.
Selama pelaksanaan ibadah, aparat kepolisian dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Martajaya turut melakukan pengamanan.
Hal ini untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.
Santo berharap, melalui perayaan Jumat Agung ini, umat Katolik dapat memperbarui iman dan memperbaiki diri sesuai ajaran Kristus.
“Harapan kami, umat semakin dikuatkan dalam iman dan mampu menghidupi ajaran kasih dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan