Jasadnya Ditemukan di Tumpukan Sampah, Gadis Asal Sumsel Tewas di Bengkulu
Refly Permana April 03, 2026 06:27 PM

 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Pihak keluarga dan mahasiswa mengelar doa bersama untuk almarhumah Sopiah.

Perempuan 22 tahun itu merupakan warga Desa Sungai Pinang Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas. 

Ia yang ditemukan tewas di tumpukan sampah di Jalan Lintas Liku 9 Kepahiang, Provinsi Bengkulu pada 10 Maret 2026 lalu.

Hanya saja, hingga saat ini, kasus kematian korban yang ditangani oleh pihak Polres Kepahiang belum menemukan titik terang.

Penyebab kematiannya belum terungkapnya.

Baca juga: Mobil Pegawai Bank Mandiri Masuk Jurang, Balita dan 6 Penumpang Asal Palembang Jadi Korban

Dengan waktu yang hampir satu bulan dan belum terungkapnya kasus kematian Sopiah, hal itu mengundang simpati dari beberapa kalangan masyarakat, baik di Musi Rawas maupun di Kota Lubuklinggau. 

Setelah sebelumnya sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Peduli Sopiah juga menunjukan kepedulian dengan melakukan aksi damai di Kantor DPRD dan Mapolres Musi Rawas. 

Kali ini, simpati tersebut datang dari Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan di Musi Rawas dan Lubuklinggau. 

Rasa simpati ditunjukkan dengan mengelar doa bersama. 

Kegiatan tersebut dipusatkan di Halaman Masjid Agung Darussalam Muara Beliti usai pelaksanaan Sholat Jumat. 

Pantauan wartawan Sripoku.com di lapangan, selain sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan beberapa organisasi kepemudaan, juga hadir Ketua DPRD Musi Rawas, Firdaus Cikolah.

Hadir juga kedua orangtua Sopiah, yakni Sahimin (65) dan Rusila (61), serta beberapa kerabat dan Pemerintah Desa Setempat.

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa mengaku akan mengawal kasus kematian sopiah Sopiah dan mendesak pihak kepolisian agar dapat bekerja dengan maksimal, sehingga kasus tersebut dapat terungkap dengan cepat. 

Baca juga: Nelayan Sungsang Banyuasin Kesulitan Solar, Per Liter Tembus Rp 10.000, Harap Ada SPBU Terapung

"Aksi kami hari ini murni karena bentuk kepedulian kami kepada korban. Kami juga akan mengawal kasus ini agar cepat terungkap," kata salah satu mahasiswa dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua DPRD Musi Rawas, Firdaus Cikolah mengatakan, mewakili pihak keluarga mengucapkan terima kasih atas kepedulian kepada korban Sopiah. 

"Hari ini adalah bentuk kepedulian mereka atas peristiwa meninggalnya almarhumah Sopiah. Kami dari pihak keluarga mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih," kata Firdaus.

Dalam kegiatan ini lanjut Firdaus, para mahasiswa bersama pihak keluarga ini mngeler doa bersama, yang ditujukan selain kepada almarhumah juga mendoakan pihak kepolisian agar diberikan kekuatan dan petunjuk untuk segera mengungkap kasus tersebut.

"Kami berharap pelaku bisa segara ditangkap dan diadili. Selain ini, kami dari DPRD akan mengawal kasus ini sampai ke di pengadilan," tutupnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.