Perubahan Madura United di Tangan Rakhmat Basuki Dinilai Meningkat Pesat Meski Takluk dari Borneo FC
Sarah Elnyora Rumaropen April 07, 2026 07:35 PM

SURYAMALANG.COM, MADURA - Angin perubahan mulai berembus di skuad Madura United pasca-transisi kepemimpinan dari Carlos Parreira ke pelatih karteker, Rakhmat Basuki.

Meski hasil akhir belum memihak saat menjamu Borneo FC, performa agresif yang ditunjukkan Laskar Sape Kerrab memberikan secercah harapan bagi para pendukung.

Fokus pada pemulihan kepercayaan diri pemain, Rakhmat Basuki kini mengusung misi besar untuk membawa tim kebanggaan Pulau Garam ini keluar dari jerat zona degradasi di sisa kompetisi musim ini.

Transformasi Permainan di Bawah Pelatih Karteker

Pada laga sebelumnya, Madura United kalah 1-3 dari Borneo FC di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (5/4/2026) malam.

Namun, banyak pihak menilai permainan tim meningkat secara signifikan dibanding ketika dinakhodai Carlos Parreira.

Baca juga: Badai Cedera Hantam Persebaya: Ernando Ari hingga Rivera Terancam Absen Lawan Persija di GBK

Di bawah komando pelatih karteker, Rakhmat Basuki, Madura United tampil agresif padahal lawan yang dihadapi adalah tim kuat yang sedang bersaing ketat dalam perebutan gelar juara.

Situasi ini kontras dengan posisi Madura United yang terpaut jauh di peringkat 16 klasemen atau berada di zona degradasi.

Dalam laga tersebut, Madura United mampu meladeni permainan cepat Borneo FC dan sempat bermain imbang 1-1 di babak pertama, sebelum akhirnya kebobolan dua gol tambahan di akhir pertandingan.

Fokus pada Pemulihan Kepercayaan Diri

Faktor mental menjadi perhatian utama bagi Rakhmat Basuki.

Rakhmat Basuki menyadari kepercayaan diri tim sangat penting karena sebelumnya, di bawah Carlos Parreira, Madura United mengalami periode buruk dengan puasa kemenangan dalam 10 laga terakhir.

Selanjutnya, Rakhmat Basuki juga meyakinkan pemain bahwa kualitas tim Madura United tidak kalah dengan tim lain.

"Yang pertama saya benerin adalah Konfidensi. Saya bicara itu ke pemain, bahwa kalian semua punya kualitas yang sama dengan tim lain," kata Rakhmat Basuki menjawab pertanyaan SURYAMALANG.COM.

Selain itu, Rakhmat Basuki terus menanamkan mentalitas pantang menyerah kepada skuad asuhannya.

"Kami juga memotivasi mereka bahwa tidak ada yang tidak mungkin di sepak bola, semuanya bisa terjadi," terangnya.

Optimisme Keluar dari Zona Degradasi

Pelatih asli Madura United itu cukup percaya diri bisa membawa tim keluar dari zona degradasi, apalagi kompetisi musim ini masih menyisakan delapan pertandingan lagi.

Rakhmat Basuki menekankan pentingnya konsentrasi internal tim tanpa harus terganggu oleh persaingan tim-tim lainnya di papan klasemen.

Baca juga: Bukti Tangguhnya Arema FC Tanpa 6 Pilar Asing, Anwar Rifai: Pemain Lokal Tidak Ada yang Jelek

"Kami masih punya peluang besar untuk bisa lolos. Kami harus fokus sama tim sendiri, tidak peduli dengan tim lain," ucapnya.

Rakhmat Basuki pun menegaskan komitmennya untuk mempertahankan posisi tim di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

"Tidak peduli siapa yang akan kami hadapi, kami harus fokus dengan target sendiri, harus bisa membawa Madura United eksis di Liga 1," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.