Pesawat “Kiamat” Trump Terbang di Atas Pusat Komando Perang Nuklir AS Jelang Ancaman Neraka di Iran
Ansari Hasyim April 07, 2026 07:35 PM

SERAMBINEWS.COM – Pesawat komando darurat Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan terlihat berputar-putar di atas pangkalan militer Amerika Serikat yang menjadi pusat komando perang nuklir negara tersebut.

Pesawat Boeing E-4B Boeing E-4B Nightwatch, yang dikenal luas sebagai “pesawat kiamat”, melakukan beberapa putaran di atas Pangkalan Angkatan Udara Offutt pada hari Senin.

Pesawat jet raksasa ini berfungsi sebagai pos komando terbang bagi para pejabat tinggi negara, termasuk presiden, wakil presiden, dan Menteri Pertahanan, dalam situasi krisis nasional.

Pesawat ini merupakan Boeing 747 yang telah dimodifikasi secara besar-besaran dan dirancang untuk bertahan dari ledakan nuklir, pulsa elektromagnetik (EMP), serta berbagai skenario terburuk lainnya.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan bahwa pesawat E-4B lepas landas dari Offutt pada pukul 10.17 pagi waktu setempat (ET), kemudian melakukan setidaknya enam putaran di udara dan terbang pada ketinggian tinggi di atas wilayah Strahan, sekitar 40 mil di sebelah timur pangkalan tersebut.

Baca juga: Israel akan Membom Jalur Kereta Api Trans-Iran 1.394 Km yang Menghubungkan Laut Kaspia–Teluk Persia

Pangkalan militer Offutt juga merupakan markas armada jet E-4B, sehingga penerbangan ini menunjukkan bahwa aktivitas tersebut kemungkinan besar merupakan latihan rutin untuk memastikan kesiapan pesawat menghadapi keadaan darurat di dunia nyata.

Namun demikian, penerbangan yang terkesan misterius ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, ketika Iran menolak proposal gencatan senjata terakhir yang dirancang untuk membuka jalan bagi berakhirnya perang di Timur Tengah.

Trump sebelumnya mengancam akan menghujani Teheran dengan “neraka” jika Iran tidak menyetujui kesepakatan pada hari Selasa untuk membuka kembali jalur vital pasokan energi global.

Secara umum, penerbangan E-4B merupakan bagian dari operasi pelatihan standar yang bertujuan menjaga keterampilan pilot dan awak misi.

Latihan tersebut mencakup pendekatan instrumen, pendaratan sentuh-dan-lepas landas (touch-and-go), manuver ketinggian rendah, serta pola penahanan di udara semuanya krusial untuk kesiapan dalam situasi darurat.

Wilayah udara di selatan dan tenggara Offutt kerap digunakan untuk latihan karena memiliki lalu lintas penerbangan sipil yang relatif lebih sedikit dibandingkan wilayah udara yang lebih padat di atas Omaha dan bandara komersial terdekat. Operasi di koridor pedesaan ini memungkinkan latihan berulang dilakukan dengan aman tanpa mengganggu penerbangan sipil.

Sebagian besar latihan pada hari Senin melibatkan pendekatan rendah berulang ke landasan pacu Offutt yang langsung diikuti dengan lepas landas, sebuah manuver touch-and-go. Latihan ini penting untuk memastikan pilot mampu bereaksi cepat apabila pesawat harus segera digunakan dalam situasi krisis.

Setidaknya satu pesawat E-4B, yang dikenal sebagai Pusat Operasi Udara Nasional, selalu berada dalam status siaga penuh setiap saat.

Angkatan Udara AS secara terbuka menyatakan bahwa misi-misi tersebut adalah penerbangan latihan standar. Mereka juga telah merilis foto resmi yang memperlihatkan pesawat E-4B melakukan latihan serupa di wilayah Midwest dari Offutt.

Penerbangan E-4B terakhir yang dipublikasikan secara luas terjadi pada Januari lalu, ketika pesawat tersebut terlihat berada di Los Angeles, California. Saat itu, pesawat mendarat di Bandara Internasional Los Angeles untuk pertama kalinya dalam 51 tahun.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berada di dalam pesawat, bersama sejumlah koresponden media konservatif. Namun, Pentagon kemudian menegaskan bahwa kunjungan ke Los Angeles telah direncanakan sebelumnya sebagai bagian dari tur nasional bertajuk Arsenal of Freedom, yang bertujuan menyoroti produksi pertahanan Amerika Serikat serta memperkuat upaya perekrutan militer.

Meski demikian, lepas landas pesawat tersebut memicu kehebohan di media sosial. Sejumlah pengguna mengaitkan kemunculannya dengan penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro baru-baru ini, serta mengkhawatirkan bahwa hal tersebut menandakan eskalasi menuju perang besar.

“Pesawat ‘Kiamat’ Kepresidenan sudah mengudara. Jadi, entah sesuatu yang sangat serius sedang terjadi, atau Patel sedang berkencan lagi,” tulis seorang pengguna media sosial.

Akun lain, @ConcernedCitizen, menyatakan bahwa pengerahan pesawat yang mampu bertahan dari serangan tingkat nuklir tersebut “mungkin bukan pertanda baik”.

Penerbangan hari Senin itu juga bertepatan dengan perkembangan signifikan dalam perang di Timur Tengah, sehingga memicu spekulasi bahwa aktivitas tersebut memiliki keterkaitan langsung.

Media pemerintah Iran melaporkan pada hari yang sama bahwa Teheran menginginkan penyelesaian konflik secara permanen, sembari menolak rencana yang diajukan Pakistan setelah serangkaian pembicaraan mediasi intensif.

Proposal Pakistan, yang dikenal sebagai “Kesepakatan Islamabad”, mencakup gencatan senjata segera yang kemudian dilanjutkan dengan kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen antara Iran dan Amerika Serikat.

Sementara itu, Israel kembali melancarkan serangan terhadap lokasi petrokimia ketiga di Iran sejak Sabtu. Serangan tersebut terjadi menjelang peringatan Trump yang mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.