Kepala BGN Sebut Pengadaan Motor Listrik Dukung Operasional, Menkeu Purbaya: Tahun Lalu Kita Tolak
Listusista Anggeng Rasmi April 08, 2026 03:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, akhirnya buka suara terkait viralnya pengadaan sepeda motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ramai diperbincangkan publik.

Isu tersebut mencuat setelah sebuah video viral di media sosial menampilkan puluhan motor listrik berlogo BGN.

Video yang diunggah akun TikTok @NOVIR007 pada Senin (6/4/2026) itu menyebutkan adanya 70.000 unit sepeda motor listrik yang disiapkan khusus untuk wilayah Jawa Barat.

Narasi dalam video tersebut kemudian memicu beragam spekulasi di kalangan masyarakat.

Lantas bagaimana kebenarannya?

Menanggapi hal itu, Dadan membenarkan bahwa sepeda motor listrik tersebut memang merupakan bagian dari fasilitas operasional program MBG.

Ia menjelaskan bahwa kendaraan tersebut diperuntukkan bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menjalankan tugas di lapangan.

"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan dalam keterangan pers, Selasa (7/4/2026), dikutip dari Kompas.com.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa proses pengadaan kendaraan tersebut dilakukan secara bertahap sejak Desember 2025.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan distribusi program MBG berjalan efektif di berbagai daerah.

Baca juga: Sosok Petugas Dapur MBG yang Injak-injak Buah Potong, Ngaku Hanya Parodi & Bercanda ke Teman

PROGRAM MBG - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bicara soal MBG saat Ramadhan ketika ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).
PROGRAM MBG - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bicara soal MBG saat Ramadhan ketika ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026). (KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

Dadan juga meminta masyarakat untuk tidak salah memahami kebijakan tersebut.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa informasi mengenai jumlah 70.000 unit motor listrik adalah tidak benar.

Menurutnya, jumlah sebenarnya jauh lebih sedikit dari yang beredar di media sosial.

"Informasi 70.000 unit itu tidak benar.

Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," sebut Dadan.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini kendaraan tersebut bahkan belum didistribusikan kepada seluruh Kepala SPPG.

Menkeu Purbaya Siap Pangkas Anggaran MBG yang Dinilai Tidak Produktif
Menkeu Purbaya Siap Pangkas Anggaran MBG yang Dinilai Tidak Produktif (Tribunnews/Nitis Hawaroh)

Baca juga: Heboh! Motor Berlogo BGN Berseliweran, Fakta Mengejutkan Terbongkar: Untuk Operasional Kepala SPPG

Tanggapan Menkeu Purbaya

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut menanggapi polemik ini.

Purbaya mengaku belum memiliki informasi lengkap terkait pengadaan motor listrik tersebut pada tahun ini.

Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya Kementerian Keuangan sempat menolak usulan pengadaan kendaraan dan komputer untuk program MBG.

“Setahu saya tahun lalu pernah diajukan juga untuk motor dan komputer kalau enggak salah, tapi ditolak,” ujar Purbaya kepada awak media di Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa (7/4/2026), dikutip dari Kompas.com.

Pernyataan itu menambah dinamika dalam pembahasan kebijakan anggaran program tersebut.

Purbaya menegaskan bahwa pihaknya akan kembali mengecek pengajuan anggaran terbaru untuk memastikan kesesuaiannya.

“Yang tahun ini saya enggak tahu, nanti saya akan cek lagi. Harusnya sama treatment-nya,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa dalam pengajuan sebelumnya, pembelian dalam jumlah besar dinilai belum menjadi prioritas utama pemerintah.

Menurutnya, kebijakan anggaran harus tetap mempertimbangkan kebutuhan yang paling mendesak.

“Tapi saya akan coba cek lagi. Tapi tahun lalu sempat kita enggak mau, kita tolak untuk beli komputer yang terlalu banyak dan beli motor. Tapi sekarang saya belum tahu,” kata Purbaya.

Dengan adanya klarifikasi dari kedua pihak, diharapkan publik dapat memahami duduk perkara sebenarnya tanpa terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

(TribunNewsmaker.com/ Listusista)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.