Lampung Diprediksi Alami El Nino Godzilla, Kemarau Ekstrem Terpanas dalam 30 Tahun
Daniel Tri Hardanto April 09, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Provinsi Lampung diprediksi bakal menghadapi fase hidrometeorologi kering ekstrem yang disebut sebagai El Nino Godzilla pada tahun ini.

Fenomena kemarau ekstrem ini diprediksi berlangsung cukup panjang, mulai awal Mei hingga September 2026, sehingga dapat mengancam berbagai sektor, mulai pertanian hingga pasokan air bersih masyarakat.

Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Lampung Wahyu Hidayat mengingatkan bahwa fenomena kekeringan ini diprediksi menjadi yang terpanas dalam 30 tahun terakhir.

"Berdasarkan hasil koordinasi kami dengan BMKG, Indonesia, termasuk Provinsi Lampung, akan melalui masa yang keras berupa fase hidrometeorologi kering, yang bahkan terpanas dalam 30 tahun terakhir, lebih panas dan lebih panjang," terang Wahyu, Kamis (9/4/2026).

Pihaknya memprediksi, puncak suhu panas akibat fenomena El Nino Godzilla bakal terjadi pada Juni-Juli 2026.

Menanggapi ancaman tersebut, Wahyu mendorong sektor pertanian untuk melakukan langkah ekstra. 

"Yang pertama, tentu kita akan kekurangan air secara ekstrem, jadi kita harus melakukan tata kelola air dari sekarang. Selain itu, kita juga harus siaga menghadapi potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan," tutur Wahyu.

Tak hanya itu, pihaknya juga menyebut cuaca ekstrem ini juga berpotensi meluas ke sektor lainnya.

"Dampaknya luas, bukan hanya kekurangan air bersih, tapi juga mengancam sektor perikanan darat seperti budi daya, sektor pertanian dan perkebunan, sehingga perlu dilakukan mitigasi risiko terhadap kemungkinan hidrometeorologi kering ini," tambahnya.

Khusus di sektor pertanian, selain memaksimalkan titik sumur bor dan pompa air, petani juga dinilai penting memiliki asuransi pertanian melalui poktan atau gapoktan masing-masing.

"Harus ada sistem pengalihan risiko. Jika terjadi puso atau gagal panen akibat kekeringan, ada cover asuransi yang bisa menutupi kerugian petani. Kita harus kelola air dan risiko ini dari sekarang sebelum memasuki puncak kering," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.