H Buhari Kakek 71 Tahun di Luwu Nikahi Gadis SMA, Mahar Rp 100 Juta dan Motor
Abd Rahman April 10, 2026 07:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM- Seorang lansia 71 tahun bernama H Buhari di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) mendadak viral di media sosial setelah menikahi gadis inisial TA berusia 18 tahun.

Pernikahan beda usia itu berlangsung di Desa Batu Lappa, Kecamatan Larompong Selatan, Minggu (5/4/2026).

Kedua pasangan ini terpaut usia sekitar 53 tahun.

TA masih duduk dibangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di Luwu.

TA dan Buhari memang saling mencintai atau saling suka hingga menuju ke jenjang serius yaitu pernikahan.

Namun pernikahan keduanya tidak tercatat lewat prosedur yang resmi.

Baca juga: Prioritas Arsal-Askary, Sektor Pendidikan Mateng Diperkuat Lewat Seleksi Kepala Sekolah

Baca juga: Wanita Nikahi Wanita di Malang, Korban Diiming-imingi Lamborghini dan Rumah Mewah

Apalagi usia mempelai perempuan tergolong di bawah umur sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 tentang Perkawinan.

Dalam UU itu dijelaskan, minimal umur perkawinan bagi wanita dipersamakan dengan batas minimal umur perkawinan bagi pria yaitu 19 tahun.

"Pernikahan di Batu Lappa itu tidak terdaftar. Sedangkan pak desanya itu tidak tahu. Jadi di luar prosedur pernikahan Undang-undang," jelas Kasi Bimas Kemenag Luwu, Baso Aqil Nas, kepada Tribun-Timur.com, Jumat (10/4/2027) sekitar pukul 08.28 Wita pagi.

Kepala KUA Larompong Selatan, Masdir,  menerangkan pihaknya tidak pernah mendapat informasi adanya pernikahan tersebut.

Sesuai prosedur, sebelum pernikahan, mempelai perempuan seharusnya mengajukan dispensasi nikah.

"Di bawah 19 tahun, dispensasi dari Pengadilan Agama, baru bisa diproses. Sampai saat ini tidak pernah datang ke kantor, administrasinya juga tidak masuk," bebernya.

Kepala Desa Batu Lappa, Muhammad Arsad, menerangkan pernikahan tersebut tidak melibatkan pemerintah desa dalam proses administrasi maupun pelaksanaannya.

“Orang tuanya yang menikahkan. Saya juga tidak hadir karena saat itu sedang berada di Kabupaten Barru, kebetulan saya antar pengantin juga, adik dari kepala dusun Batu Lappa yang menikah,” akunya.

Namun tidak dilibatkan dalam proses sejak awal, termasuk saat lamaran.

“Biasanya kalau ada pernikahan di desa, kami dilibatkan sejak proses pelamaran. Tapi ini tidak, mungkin ada pertimbangan lain dari pihak keluarga,” ucapnya.

Arsad menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh, hubungan keduanya terjadi atas dasar suka sama suka tanpa adanya indikasi paksaan.

“Saya lihat juga dari video yang beredar, tidak ada tanda-tanda tekanan. Pengantin perempuan bahkan tampak bergembira,” katanya.

Arsad menegaskan usia mempelai perempuan yang masih 18 tahun belum memenuhi syarat sesuai ketentuan Undang-undang Perkawinan yang menetapkan batas minimal usia 19 tahun.

“Kalau umur 18 tahun tentu belum memenuhi syarat sesuai undang-undang,” tuturnya.

Dari sisi kondisi ekonomi, Arsad menyebut pihak laki-laki tergolong mampu karena memiliki lahan kebun yang luas.

Sementara itu, orang tua mempelai perempuan diketahui bekerja di sektor tambak.

“Kondisi ekonomi kalau pihak laki-laki  Alhamdulillah luas kebunnya, Kalau yang perempuan orang tuanya bekerja tambak Empang.  Jadi tidak ada indikasi kayak tekanan, paksaan atau hal-hal lain,” ungkapnya.

Warga cukup dihebohkan dengan pernikahan tersebut, terutama karena perbedaan usia yang mencolok.

“Warga penasaran karena viral. Yang satu 71 tahun, yang satu masih 18 tahun, jadi ramai diperbincangkan,” terangnya.

Pemerintah desa akan meningkatkan sosialisasi terkait batas usia pernikahan serta pentingnya pendidikan bagi anak.

“Kami selalu mengingatkan kepada masyarakat agar tidak menikahkan anak di bawah umur. Kami dorong agar anak-anak menyelesaikan pendidikan terlebih dahulu sebelum menikah,” jelasnya.

Arsad juga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di wilayahnya.

“Kami tidak menginginkan hal seperti ini terjadi lagi. Harapannya masyarakat bisa lebih memahami aturan dan mempertimbangkan masa depan anak,” tandasnya.

Berdasar informasi yang dihimpun Tribun-Timur.com, mempelai pria menyerahkan mahar Rp100 juta dan satu unit motor di pernikahan tersebut.

"Maharnya Rp100 juta dan satu motor," kata warga yang meminta identitasnya tidak disebut.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.