TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Antusiasme penggemar pecah saat para pemain film Tiba-Tiba Setan hadir langsung menyapa penonton di Plaza Medan Fair, Sabtu (11/4/2026).
Teriakan dan sambutan hangat langsung menggema di area atrium begitu Lolox, Oki Rengga, dan Shahabi Shakri muncul di hadapan publik.
Kehadiran para pemain ini menjadi momen spesial bagi penggemar yang selama ini hanya melihat mereka melalui layar.
Interaksi langsung, mulai dari sapaan hingga sesi foto bersama, semakin menambah kedekatan antara pemain dan penonton.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian promosi film Tiba-Tiba Setan, yang mengusung konsep komedi ringan dengan sentuhan absurd khas anak muda.
Kehadiran para cast di Medan pun disambut meriah, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap film tersebut, terutama karena melibatkan talenta asal Sumatera Utara.
Suasana hangat dan penuh tawa sepanjang acara menjadi bukti bahwa film ini tidak hanya menghibur di layar, tetapi juga mampu membangun kedekatan emosional dengan penontonnya secara langsung.
Proses produksi film Tiba-Tiba Setan berjalan lancar dengan pendekatan yang santai dan natural.
Para pemain mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam mendalami karakter karena dinilai dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Aktor Oki Rengga mengungkapkan, dirinya bersama pemain lain diberikan kebebasan untuk berekspresi selama proses syuting berlangsung.
Hal tersebut membuat karakter yang ditampilkan terasa lebih hidup dan autentik.
“Tidak terlalu sulit, karena kami diberi kebebasan berekspresi. Karakter di film ini memang seperti keseharian kami, nongkrong dengan logat khas,” ujarnya.
Oki juga mengaku bangga bisa membawa nuansa lokal Sumatera Utara ke dalam film tersebut.
Menurutnya, keterlibatan putra daerah menjadi nilai tambah tersendiri dalam produksi ini.
“Kami yang berasal dari Sumatera Utara bangga bisa membawa karakter orang Sumatera ke film ini. Film ini dibuat dengan ikhlas dan tujuan utamanya agar penonton terhibur,” katanya.
Hal serupa disampaikan Lolox yang menilai proses produksi berjalan mulus tanpa kendala berarti. Ia berharap film ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas.
“Kami berharap karya ini bisa menghibur masyarakat Indonesia,” ucapnya singkat.
Sementara itu, Shahabi Shakri yang dikenal sebagai kreator konten horor mengaku menikmati pengalaman syuting meski harus menggabungkan dua genre yang berbeda, yakni komedi dan horor.
“Kesulitannya mungkin fifty-fifty, tapi prosesnya sangat menyenangkan. Apalagi bisa bermain dengan komedian seperti Oki dan Lolox, itu pengalaman luar biasa,” tuturnya.
Dengan konsep komedi ringan yang absurd dan dekat dengan kultur digital, film Tiba-Tiba Setan mengangkat humor dari fenomena viral yang akrab di kalangan anak muda.
Perpaduan tersebut menjadikan film ini terasa relevan sekaligus menghibur bagi penonton.
Bus Setan Turun ke Jalan
Bus Setan yang sebelumnya viral di media sosial dan kini benar-benar turun ke jalan di Medan.
Setelah ramai di media sosial, bikin penasaran, dan jadi bahan obrolan netizen, “Bus Setan” akhirnya hadir langsung di dunia nyata.
Kehadirannya di Medan menjadi bagian dari euforia besar film Tiba-Tiba Setan, yang sejak awal memang membawa semangat fun, absurd, dan dekat dengan kultur digital anak muda.
Mengusung komedi yang liar, ringan, dan penuh kejutan, Tiba-Tiba Setan hadir memberi warna segar di tengah genre komedi Indonesia.
Film ini meramu elemen viral, humor tongkrongan, dan situasi-situasi yang terasa random, aneh, tapi justru relate dengan kehidupan sehari-hari.
Hasilnya adalah tontonan yang menghibur, dekat dengan penonton, dan siap memantik tawa dari awal sampai akhir.
Salah satu momen paling mencuri perhatian dalam rangkaian gala premiere ini adalah konvoi “Bus Setan” keliling Medan.
Konvoi akan melintasi sejumlah titik ikonik kota dan dirancang untuk menciptakan momen spontan di tengah publik.
Bukan cuma jadi atraksi unik di jalanan, kehadiran “Bus Setan” juga berpotensi melahirkan gelombang konten viral baru dari warga Medan dan netizen yang ikut meramaikan suasana.
Atmosfer gala premiere Tiba-Tiba Setan juga dibuat berbeda dari film bertema seram pada umumnya.
Alih-alih mencekam, film ini justru datang dengan nuansa komedi yang hidup, seru, santai, dan penuh tawa.
Medan akan jadi saksi bagaimana film dengan judul nyeleneh ini menghadirkan pengalaman premiere yang lebih cair, lebih dekat, dan lebih seru.
Kekuatan lain film ini ada pada jajaran pemain yang punya persona kuat dan sangat relatable.
Tiba-Tiba Setan dibintangi oleh Oki Rengga, Lolox, Poppy Sovia, Tanta Ginting, Shahabi Shakri, Amara Angelica, Ratu Felicia, Reza Nangin.
Dua nama Oki Rengga dan Lolox yang sudah dikenal lewat gaya komedi khas yang dekat dengan keseharian anak muda.
Chemistry, cara delivery, dan karakter yang mereka bawa menjadi kekuatan besar yang membuat humor dalam film ini terasa natural, spontan, dan mengena.
Tidak berhenti di situ, film ini juga diperkuat oleh deretan cast lain dengan warna komedi yang beragam, mulai dari deadpan, slapstick, hingga humor situasional yang mudah dinikmati banyak kalangan.
Yang membuat Tiba-Tiba Setan terasa makin dekat dengan penonton adalah sumber komedinya yang lahir dari hal-hal viral dan akrab dengan netizen.
Film ini menangkap fenomena media sosial yang random, absurd, dan serba tiba-tiba, lalu mengolahnya menjadi cerita yang segar, ringan, dan relevan dengan kebiasaan audiens hari ini.
Ini bukan sekadar komedi biasa, tapi komedi yang paham cara kerja internet dan tahu apa yang bikin orang tertawa.
Kehadiran “Bus Setan” di Medan juga bukan cuma jadi tontonan, tetapi menjadi ajakan terbuka bagi publik untuk ikut terlibat.
Warga bisa menyaksikan langsung, mengabadikan momen, lalu menyebarkannya di media sosial.
Dari jalanan ke timeline, dari Medan ke jagat maya, seluruh kota diajak masuk dalam euforia yang sama.
Setelah rangkaian gala premiere di Medan, film Tiba-Tiba Setan akan resmi tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 April 2026.
Film ini siap jadi pilihan hiburan komedi yang segar, ringan, dan penuh kejutan untuk penonton Indonesia.
Melalui konsep yang unik dan pendekatan yang dekat dengan budaya digital, Tiba-Tiba Setan tidak cuma menawarkan tontonan, tetapi juga pengalaman kolektif yang seru, ramai, dan berpotensi jadi perbincangan di mana-mana.
(cr26/tribun-medan.com)