TRIBUNLOMBOK.COM – Tribun Lombok dan KrediOne berkolaborasi dalam Education Fair 2026 di Gramedia Mataram selama 3 hari untuk memberikan edukasi literasi keuangan kepada siswa dan mahasiswa di NTB.
Selama tiga hari berturut-turut, dari tanggal 9-11 April 2026, event ini tidak hanya menjadi ajang pameran pendidikan, tetapi juga pusat edukasi literasi keuangan bagi generasi muda di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam sesi talkshow yang interaktif, KrediOne memberikan pemahaman mendalam kepada para peserta yang terdiri dari siswa berbagai sekolah menengah serta mahasiswa.
Salah satu poin utama yang dibahas adalah perbedaan mendasar antara Pinjaman Online (Pinjol) ilegal dengan Pinjaman Digital (Pindig/Pindae) yang berizin resmi.
Head of Finance, Accounting, & Tax KrediOne, Oflif Ronald Mantik, menekankan bahwa literasi keuangan adalah kunci agar masyarakat, terutama pelajar, tidak terjebak dalam risiko finansial.
Ia menjelaskan bahwa pinjaman digital yang resmi selalu diawasi ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Penting untuk memastikan kita menggunakan penyelenggara fintech yang sudah berizin OJK. Ini untuk menghindari risiko bunga tinggi dan biaya tambahan yang tidak masuk akal yang biasanya ada pada platform ilegal," ujar Oflif di hadapan para peserta, Sabtu (11/4/2026).
Oflif memaparkan bahwa NTB menempati posisi strategis bagi KrediOne, yakni peringkat ke-18 secara nasional dan ke-4 di wilayah Indonesia Timur dalam hal penyaluran pinjaman.
Menariknya, penggunaan dana di NTB didominasi oleh sektor produktif seperti modal usaha.
Meski kondisi keuangan KrediOne sangat sehat dengan Tingkat Keberhasilan Bayar (TKB) mencapai 95persen, KrediOne tetap merasa perlu mengambil inisiatif edukasi secara masif.
"Kami sadar, pertumbuhan industri harus dibarengi dengan literasi. Seringkali orang abai dengan tanggung jawab pembayaran karena tidak paham dampaknya terhadap skor kredit nasional (BI Checking/Slik). Jika sekali gagal bayar, ke depannya mereka akan sulit mendapatkan akses pembiayaan lagi," tambahnya.
Sebagai bagian dari komitmen edukasi, KrediOne membagikan tiga prinsip utama "Bijak Meminjam" kepada para pelajar dan mahasiswa di NTB:
Kenali kebutuhan, fokus pada pemenuhan kebutuhan yang mendesak atau produktif, bukan sekadar gaya hidup.
Pilih platform resmi, selalu cek status izin perusahaan di situs OJK sebelum melakukan transaksi.
Komitmen pembayaran, memenuhi kewajiban tepat waktu untuk menjaga reputasi finansial di masa depan.
"Sesuai motto kami, bijaklah meminjam. Melalui kolaborasi dengan Tribun Lombok di Education Fair ini, kami berharap anak muda di NTB sudah memiliki fondasi keuangan yang kuat bahkan sebelum mereka terjun ke dunia kerja atau usaha," pungkas Oflif.
Baca juga: NTB Jadi Wilayah Signifikan bagi KrediOne, Mayoritas Pinjaman untuk Modal Usaha
Acara yang berlangsung meriah di Gramedia Mataram ini menunjukkan sinergi kuat antara media dan pelaku industri dalam meningkatkan kualitas literasi keuangan di wilayah NTB.