Kepemimpinan Melki - Johni Klaim Tuai Hasil Konkret di Sektor Pendidikan NTT
Apolonia Matilde April 18, 2026 08:19 AM

 

 


Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

 

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Kepemimpinan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma mencatat capaian konkret di sektor pendidikan. 

Melalui pendekatan strategis berbasis talent scouting, sebanyak 3.003 siswa SMA/SMK di NTT berhasil menembus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.

Keberhasilan ini menegaskan arah kebijakan Pemprov NTT yang tidak hanya memperluas akses pendidikan tinggi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutanm

Capaian tersebut menjadi kelanjutan dari tren positif sejak Program Quick Win 2025, sekaligus memperkuat implementasi Dasa Cita Melki–Johni di bidang pendidikan yang menitikberatkan pada terwujudnya NTT Cerdas. 

Fokus utama program ini adalah pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas SDM, serta pengembangan jalur pendidikan kedinasan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, menyebut keberhasilan ini merupakan hasil dari strategi terencana dan berjenjang yang dijalankan pemerintah provinsi.

“Pemerintah tidak hanya mendorong, tetapi terlibat langsung dalam menyiapkan siswa, mulai dari pemetaan potensi, penguatan kapasitas akademik, hingga pendampingan selama proses seleksi,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT mencatat, jumlah siswa kelas XII SMA/SMK di NTT mencapai 81.231 orang, terdiri dari 55.440 siswa SMA dan 25.791 siswa SMK. Dari total tersebut, 3.003 siswa berhasil lolos SNBP atau jalur seleksi yang mengutamakan nilai rapor serta prestasi akademik dan non-akademik.

Pada 2026, kata dia, Pemprov NTT meningkatkan pendekatan melalui strategi talent scouting yang lebih terarah. Kebijakan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan angka partisipasi, tetapi juga pada identifikasi, pembinaan, dan percepatan pengembangan potensi siswa unggulan sejak dini.

Sejumlah langkah konkret dilakukan, antara lain pemetaan siswa berpotensi masuk perguruan tinggi negeri (PTN), penyusunan materi pembelajaran terarah oleh guru, pelaksanaan try out berkala, serta pengawasan intensif terhadap kesiapan siswa.

Peran sekolah juga diperkuat sebagai pusat informasi pendidikan tinggi sekaligus pendamping akademik dan karier. Sekolah didorong membentuk tim khusus masuk PTN, mengembangkan program klinik PTN, serta menyediakan layanan bimbingan karier secara sistematis.

“Hasil ini menunjukkan pendekatan pemerintah berjalan efektif, didukung sinergi antara pemerintah, sekolah, dan tenaga pendidik,” kata Ambrosius.

Sebaran kelulusan siswa NTT mencakup berbagai perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia. Universitas Nusa Cendana (Undana) menjadi tujuan terbanyak dengan 2.260 siswa, disusul Universitas Timor (Unimor) sebanyak 357 siswa. 

Selain itu, siswa NTT juga berhasil menembus kampus-kampus unggulan nasional seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Airlangga.

Pemprov NTT memastikan strategi ini akan terus diperkuat melalui pendataan minat dan prestasi siswa sejak kelas X, pemetaan berbasis kemampuan, pendampingan intensif saat pendaftaran, hingga evaluasi menyeluruh sebagai dasar penyempurnaan kebijakan.

“Ini merupakan komitmen jangka panjang pemerintah daerah dalam membangun SDM unggul di NTT melalui sektor pendidikan,” katanya.

Program talent scouting yang meloloskan 3.003 siswa ini baru mencakup jalur prestasi. Sementara itu, seleksi melalui ujian tertulis untuk masuk PTN, TNI/Polri, serta sekolah kedinasan masih terus berproses. (fan)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.