Renungan Pagi Roma 5:10, Didamaikan untuk Hidup Baru
Alpen Martinus April 18, 2026 08:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID- Membaca dan merenungkan Firman Tuhan pagi hari sangat tepat.

Saat baru akan memulai aktivitas.

Kita akan mendapatkan petunjuk kehidupan.

Baca juga: Renungan Pagi Yohanes 14:1, Jangan Gelisah, Percayalah

Berikut renungan harian Kriten berjudul Didamaikan untuk Hidup Baru

Bacaan Alkitab dalam Roma 5:10.

Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!

Roma 5:10 berkata, "Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!"

Ayat ini mengingatkan kita tentang betapa besar kasih Allah yang tidak menunggu kita menjadi baik untuk mengasihi kita.

Bahkan ketika kita masih menjadi seteru-Nya, Allah sudah lebih dulu mengambil langkah mendamaikan kita.

Pendamaian ini bukan hasil usaha manusia, melainkan sepenuhnya karya Kristus di kayu salib.

Ketika manusia tidak mampu mendekat kepada Allah karena dosa, Yesus datang dan membuka jalan.

Inilah kasih yang melampaui pengertian: kasih yang mencari, memulihkan, dan menghidupkan kembali hubungan yang telah rusak oleh dosa.

Namun ayat ini tidak berhenti pada pendamaian. 

Paulus menegaskan bahwa karena kita telah diperdamaikan, kita juga akan diselamatkan oleh hidup-Nya.

Artinya, kehidupan Kristus yang bangkit memberikan kita jaminan bahwa keselamatan itu bukan hanya masa lalu, tetapi karya yang terus berlangsung.

Dia menyertai, memimpin, dan memampukan kita untuk hidup sebagai manusia baru.

Hidup yang telah didamaikan adalah hidup yang seharusnya dipenuhi ucapan syukur, ketaatan, dan perubahan.

Kita tidak lagi hidup sebagai seteru, tetapi sebagai anak-anak Allah yang berjalan dalam terang kasih-Nya.

Setiap hari adalah kesempatan untuk merespon kemurahan Tuhan dengan hidup yang memuliakan-Nya.

Marilah kita mengingat bahwa pendamaian ini bukan hanya anugerah, tetapi juga undangan.

Undangan untuk hidup dalam kekudusan, kedamaian, dan pengharapan yang kokoh.

Sebab Dia yang telah mati dan hidup kembali telah memastikan bahwa hidup kita aman dalam tangan-Nya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.