Iran Bingung Sikap Kontradiktif Trump: Sering Tweet, Tidak Konsisten! Perundingan di Ujung Tanduk
Rustam Aji April 19, 2026 09:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, ANTALYA – Pemerintah Iran melontarkan kritik pedas terhadap inkonsistensi sikap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait ancaman aksi militer terhadap Teheran.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, menyatakan bahwa pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan Trump seringkali kontradiktif dan membingungkan bagi diplomasi internasional.

"Dia mengatakan hal-hal kontradiktif dalam pernyataan yang sama. Saya tidak tahu persis apa yang dia maksud," ujar Khatibzadeh kepada media di sela-sela Forum Diplomatik Antalya di Turkiye, Sabtu (18/4/2026).

Ia juga menyoroti kebiasaan Trump yang dinilai terlalu banyak berbicara di media sosial, yang justru memperkeruh situasi keamanan global.

Khatibzadeh menegaskan bahwa meski Iran tidak menginginkan konflik bersenjata, negaranya tidak akan gentar menghadapi tekanan militer dari Washington.

Baca juga: Iran Buka Total Selat Hormuz Selama Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Angin Segar Logistik Dunia

Iran akan Berjuang hingga Akhir jika Kedaulatan Diganggu

Ia memberikan peringatan keras bahwa Teheran akan melakukan pembelaan total jika kedaulatan mereka diganggu.

"Kami akan berjuang sampai prajurit Iran terakhir. Kami akan membela negara secara heroik dan patriotik sebagai peradaban tertua di Bumi," tegasnya, menanggapi potensi eskalasi baru pasca-pernyataan Trump di Twitter (X).

Terkait isu navigasi di Selat Hormuz, Khatibzadeh menepis tuduhan AS yang menyebut Teheran mengancam keamanan jalur perdagangan tersebut.

Sebaliknya, ia mengeklaim Iran telah berupaya memfasilitasi jalur aman bagi kapal komersial, terutama selama masa gencatan senjata Israel-Lebanon. Namun, upaya tersebut dituding sengaja digagalkan oleh pihak Amerika.

"Amerika tidak dapat memaksakan kehendak mereka untuk mengepung Iran, sementara kami dengan niat baik memfasilitasi jalur aman di Selat Hormuz," tambahnya.

Baca juga: Iran Jadi Negara Super Power Setara dengan Amerika, Rusia dan China

Di akhir pernyataannya, Khatibzadeh mengingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap komitmen kesepakatan internasional akan memicu konsekuensi serius bagi Amerika Serikat.

Ia menyerahkan sepenuhnya kepada publik Amerika untuk menilai apakah tindakan presiden mereka telah sesuai dengan koridor hukum internasional atau justru melanggarnya. (aditya/kpc)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.