TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pelaksanaan Ibadah Haji 1447 Hijriah dari DIY akan segera dimulai dengan keberangkatan jemaah dari Embarkasi Haji DIY di YIA Kulon Progo, Selasa (21/04/2026).
Ratusan jemaah calon haji asal Kulon Progo akan menjadi kloter pertama yang berangkat ke Tanah Suci Makkah, Arab Saudi.
Namun sebagian besar jemaah calon haji asal Kulon Progo dinyatakan memiliki risiko tinggi secara kesehatan.
Mereka pun harus membawa dan mengonsumsi obat rutin selama mengikuti rangkaian Haji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kulon Progo, Mulyono, memastikan bahwa pihaknya sudah mendata seluruh jemaah yang memiliki risiko tinggi secara kesehatan.
"Nanti jemaah akan didampingi penuh oleh petugas haji dan ada dokter juga yang ikut memantau," jelasnya pada Minggu (19/04/2026).
Menurut Mulyono, pendampingannya terutama terkait konsumsi obat rutin, di mana sosialisasi juga sudah dilakukan.
Petugas akan memastikan mereka membawa dan mengonsumsi obat rutin selama berada di Tanah Suci Makkah.
Ia pun memastikan jemaah bisa membawa obat-obatan rutin tersebut dan tetap lolos pemeriksaan petugas di bandara.
Sebab sebelumnya obat itu akan didaftarkan terlebih dahulu oleh petugas agar bisa dibawa.
"Apalagi di sana (Arab Saudi) sulit untuk mencari obat yang sama, sehingga jemaah disarankan membawa obatnya," ujar Mulyono.
Baca juga: Kisah Jemaah Haji Termuda Kulon Progo, Berangkat Gantikan Almarhum Ayah
Ia pun tak menutup kemungkinan akan ada jemaah yang tidak lolos dari pemeriksaan akhir kesehatan sebelum berangkat ke Arab Saudi.
Pemeriksaan dilakukan oleh petugas dari Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Klas II Yogyakarta.
Jika dinyatakan tidak laik terbang, maka jemaah yang bersangkutan tidak bisa berangkat dan posisinya akan digantikan oleh jemaah lain yang sudah terdaftar.
Jemaah yang tidak laik terbang pun tetap dimonitor kondisinya.
"Jemaah yang tidak lolos bisa ditunda keberangkatannya sampai kondisinya benar-benar pulih," kata Mulyono.
Setidaknya ada sebanyak 384 jemaah asal Kulon Progo yang akan berangkat Ibadah Haji tahun ini.
Sebanyak 354 jemaah tergabung dalam Kloter I YIA dan akan berangkat pada 21 April 2026 melalui YIA sebagai Embarkasi Haji DIY.
Sekitar 80 persen dari jemaah masuk dalam kategori lanjut usia (lansia). Ada 166 jemaah yang masuk kelompok umur 51-64 tahun dan 127 jemaah masuk kelompok umur 65-84 tahun.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo, Susilaningsih, menyampaikan ada sebanyak 261 jemaah yang masuk dalam kategori risiko tinggi secara kesehatan.
Mereka wajib mendapatkan pendampingan obat rutin.
"Masuk risiko tinggi karena mereka memiliki penyakit seperti hipertensi, jantung, hingga diabetes melitus yang membutuhkan obat rutin," jelasnya.
Susilaningsih pun memastikan ratusan jemaah risiko tinggi tersebut akan mendapat pendampingan penuh dari petugas.
Pihaknya juga akan menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, seperti kursi roda.(*)