Thomas Cup 2026: Peluang Prancis Raih Medali Pertama Jadi Ancaman Skuad Indonesia
Drajat Sugiri April 19, 2026 10:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Thomas Cup 2026 yang akan berlangsung di Horsens, Denmark pada 24 April hingga 3 Mei mendatang, diprediksi bakal menyajikan drama menarik.

Di antara deretan tim raksasa Asia, sorotan kini tertuju pada skuad Prancis. Datang dengan status jawara baru Benua Biru, pasukan Les Bleus kini bukan lagi sekadar tim pelengkap.

Tim yang dipimpin Toma Junior Popov ini akan jadi ancaman nyata bagi tim Thomas Indonesia yang berada dalam satu grup yang sama.

Kewaspadaan tinggi harus dipasang oleh Jonatan Christie dan kolega. Pasalnya, dalam beberapa musim terakhir, performa penggawa putra Prancis menunjukkan grafik mengesankan.

Terbaru, Prancis mencetak sejarah emas dengan menumbangkan dominasi abadi Denmark pada final Kejuaraan Beregu Putra Eropa 2026 di Istanbul, Turki, dengan skor dramatis 3-2.

Kemenangan tersebut mengirimkan sinyal bahaya bagi tim-tim elite dunia bahwa kini ada kekuatan Eropa baru yang siap merusak tatanan lama.

lihat foto
DUO POPOV - Christo Popov dan Toma Junior Popov asal Prancis saat ambil bagian dalam gelaran All England 2026 yang dihelat di Birmingham, pada tanggal 3-8 Maret 2026. (Foto: BWF)

Komposisi Skuad Prancis

Prancis hadir dengan komposisi skuad yang sangat solid dan patut diwaspadai oleh tim Indonesia.

Pada sektor tunggal putra, kekuatan utama bertumpu pada Christo Popov, sang ujung tombak yang kini menduduki peringkat empat dunia dengan kekuatan kidalnya.

Kekuatan tersebut didukung oleh Alex Lanier, pemain muda yang memiliki ketahanan fisik prima, serta Toma Junior Popov, yang sering menjadi penentu kemenangan pada saat-saat krusial.

Selain itu, Prancis memiliki pelapis pada diri Enogat Roy dan Leo Rossi, dua pemain militan yang kerap menyulitkan atlet-atlet papan atas di kancah internasional.

Pada sektor ganda putra, Prancis memiliki senjata unik melalui pasangan kakak-beradik Toma Junior Popov dan Christo Popov.

Baca juga: Skuad Lengkap Grup D Thomas Cup 2026: Uniknya Aljazair di Antara Indonesia, Prancis, dan Thailand

Sebagai pemain yang juga berkiprah di nomor tunggal elite, keduanya memiliki keunggulan pada daya tahan reli yang lebih tangguh dibandingkan dengan pasangan ganda spesialis pada umumnya.

Sektor ini semakin kuat dengan kehadiran Eloi Adam dan Leo Rossi, pasangan yang berjasa ketika Prancis menumbangkan dominasi Denmark di Kejuraan Eropa.

Kematangan taktik tim juga terjaga berkat kehadiran pasangan senior Julien Maio dan William Villeger yang memberikan kedalaman strategi yang mumpuni.

Alarm Bahaya Indonesia

Komposisi skuad Les Bleus yang sangat solid musim ini membuka celah lebar bagi mereka untuk memperebutkan setidaknya medali perunggu.

Motivasi ini bukan tanpa alasan karena sejak turnamen beregu paling bergengsi ini dihelat pada 1949 silam, Prancis belum pernah sekalipun mengecap manisnya raihan medali.

Sejarah mencatat bahwa sejauh ini, Denmark menjadi satu-satunya kekuatan Eropa yang mampu mengamankan medali di Thomas Cup.

Namun, dengan modal keberhasilan keluarga Popov dan kolega yang baru saja meruntuhkan dominasi Denmark di Kejuaraan Eropa, bukan mustahil Prancis akan tampil menggila di Denmark nanti.

Stamina para pemain muda mereka akan menjadi bekal krusial untuk menantang Thailand dan Indonesia yang lebih diunggulkan lolos dari fase grup.

lihat foto
MELAJU KE SEMIFINAL - Pebulutangkis ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil meraih kemenangan usai menyingkirkan pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty pada pertandingan perempatfinal Malaysia Open 2026 dengan skor 21-10, 23-21 di Axiata Arena Stadium, Kuala Lumpur, Jumat (9/1/2026).

Kondisi ini menjadi alarm bahaya bagi tim Thomas Indonesia. Skuad Merah Putih datang dengan ekspektasi tinggi untuk kembali melaju ke partai puncak dan memboyong trofi ke Tanah Air.

Target Indonesia dipastikan bukan sekadar lolos dari penyisihan grup. Dengan statistik mentereng dalam tiga edisi terakhir mulai juara pada 2020 serta menjadi runner-up beruntun pada 2022 dan 2024, gelar juara adalah harga mati.

Kini, tugas berat menanti Fajar Alfian dan kolega. Mereka wajib meredam ambisi serta momentum kebangkitan Prancis saat keduanya saling sikut di fase grup Thomas Cup 2026

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.