TRIBUNGORONTALO.COM – Permintaan LPG non-subsidi di tingkat distributor Kota Gorontalo terpantau masih stabil meski terjadi kenaikan harga.
Pantauan TribunGorontalo.com, Rabu siang (22/4/2026), di gudang Distributor PT Sinar Berkat Abadi, Jalan Samratulangi, terlihat sejumlah tabung LPG ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram diturunkan dari mobil pikap berwarna putih.
Sedikitnya tiga unit mobil pikap bergantian masuk ke area gudang untuk menurunkan muatan, dan jumlahnya dipastikan akan bertambah.
Beberapa pekerja sigap menurunkan tabung-tabung tersebut lalu menyusunnya di sisi gudang. Tabung ditata sesuai kategori, ada yang masih berisi dan ada pula yang kosong.
Aktivitas berlangsung seperti biasa karena tugas distributor hanya menyalurkan ke pangkalan, bukan melayani pembelian langsung dari warga.
Deni, salah satu petugas, mengatakan distributor telah menyesuaikan harga mengikuti kebijakan terbaru. Elpiji ukuran 5,5 kilogram kini dijual sekitar Rp107.000 per tabung, sedangkan ukuran 12 kilogram mencapai Rp228.000 per tabung.
Menurutnya, meski harga naik, penyaluran ke agen maupun pangkalan tidak mengalami kendala. Stok di gudang juga aman karena suplai dari pihak atas masih rutin.
Ia mengakui sejumlah pemilik agen sempat terkejut dengan kenaikan harga yang dinilai cukup cepat. Untuk menghindari kesalahpahaman, pihak distributor menyampaikan informasi melalui pesan singkat.
“Kalau kami antar, mereka kaget tiba-tiba naik. Kadang kami juga lupa memberi tahu kalau sudah naik,” ujarnya.
Untuk informasi lebih rinci terkait kebijakan harga, Deni menyarankan agar dikonfirmasi langsung ke kantor cabang di Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Jalan Ahmad A Wahab.
Baca juga: Warga Gorontalo Berebut Elpiji 3 Kg, Pangkalan di Ipilo Keluhkan Pengurangan Jatah
Kondisi pangkalan sepi, tidak terlihat antrean atau transaksi pembelian elpiji nonsubsidi.
Romi Abas, pemilik pangkalan Pandawa Go di Kecamatan Kota Selatan, mengaku tidak lagi menyediakan LPG non-subsidi karena permintaan masyarakat rendah. Menurutnya, warga lebih memilih LPG subsidi ukuran 3 kilogram yang lebih terjangkau.
“Kalau gas non-subsidi itu kurang peminat, tapi kalau LPG 3 kg banyak,” katanya.
Karena minim peminat, Romi memutuskan hanya menjual LPG subsidi. Di pangkalannya, LPG 3 kilogram dijual Rp18.000 per tabung sesuai prosedur pemerintah. Pasokan masuk rutin setiap Jumat sehingga stok tetap terjaga.
Ia menegaskan tidak ada pembelian dalam jumlah besar oleh masyarakat. Pola konsumsi masih normal, dengan sistem satu tabung per KTP.
“Kenaikan harga LPG non-subsidi tidak berdampak di pangkalan, karena mayoritas konsumen memakai LPG subsidi,” ujarnya.
Kesimpulan
Untuk saat ini, kondisi di lapangan relatif kondusif. Distribusi berjalan lancar, stok tersedia, dan tidak ada gejolak berarti di kalangan konsumen. (*)