Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana Kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI), bersinergi dengan Puskesmas setempat dan mengirimkan teknologi USG portabel ke 16 kampung di daerah terpencil Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Kolaborasi melalui Program Kampung Sehat ini bertujuan untuk memperkuat pemantauan kesehatan Ibu Hamil (Bumil) di pelosok sekaligus memastikan penanganan medis yang cepat jika ditemukan tanda-tanda risiko kehamilan.
Kepala Divisi Program Kesehatan di YPMAK, Henky Womsiwor mengatakan kolaborasi itu sangat penting demi memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal di kampung-kampung.
Baca juga: Peringatan Hari Kartini di Puncak Jaya: Kebaya dan Semangat Emansipasi dalam Gerak Senam
Saat pelaksanaan tugas, tim program Kampung Sehat melakukan pelayanan pengobatan secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan bagi ibu hamil dengan menggunakan alat USG portabel.
“USG ini membantu mengetahui usia dan kondisi kehamilan. Jika ditemukan tanda-tanda risiko, maka akan segera dikoordinasikan dengan puskesmas atau pustu untuk pemantauan lebih lanjut,” jelasnya di Timika, Jumat, 24 April 2026.
Hengky mengatakan program itu lebih menitikberatkan pada pencegahan dan edukasi atau preventif dan promotif kesehatan kepada masyarakat.
Baca juga: Kasus Penganiayaan Siswa Taruna Kasuari Nusantara: Orang Tua Tempuh Jalur Hukum, Kepsek Buka Suara
“Tetapi pelayanan kuratif atau pengobatan juga tetap berjalan bersama puskesmas dan puskesmas pembantu,” terangnya.
Melalui program yang menyasar belasan kampung di wilayah pesisir maupun pegunungan di Kabupaten Mimika, tim juga mengedukasi partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan serta diri masing-masing.
“Kami harap dukungan dari masyarakat karena kami hanya sebagai petugas yang datang membantu. Peran masyarakat sangat penting untuk melakukan pencegahan agar tidak sakit,” katanya.
Baca juga: Panitia Pattimura Siapkan Momen "Semalam di Maluku" Untuk Rangkul 1.500 KK IKEMAL Biak
Henky menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah distrik hingga kepala kampung dan Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam), melalui pengalokasikan dana desa untuk sektor kesehatan kampung.
“Harapan kami sekitar 10 persen dana desa bisa membantu program kesehatan di kampung,” ungkapnya.
Program ini telah memasuki tahun kedua pelaksanaanya sehingga dalam waktu dekat tim yang bertugas di kampung akan ditarik kembali. Meski demikian, YPMAK tetap memastikan keberlanjutan layanan melalui program layanan kesehatan bergerak.
Baca juga: ALDP Minta Komnas HAM Usut Rangkaian Operasi Militer di Tanah Papua
Dalam pelaksanaannya, tim Kampung Sehat terdiri dari tiga hingga empat tenaga kesehatan di setiap kampung, didukung oleh tim layanan kesehatan bergerak yang melibatkan dokter, bidan, perawat, analis laboratorium, hingga tenaga gizi.(*)