TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan injil Katolik Senin 27 April 2026.
Bacaan injil katolik lengkap renungan harian katolik disiapkan untuk hari biasa pekan IV Paskah tahun A.
Hari biasa Pekan IV Paskah dengan warna liturgi putih.
Bacaan hari Senin: Kis. 11:1-18; Mzm. 42:2-3; 43:3,4; Yoh. 10:11-18 dan BcO Kis 12:24-13:14a.
Baca juga: Kalender Liturgi Katolik Senin 27 April 2026, Hari Biasa Pekan IV Paskah
Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah.
Ketika Rasul Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih pendapat dengan dia. Kata mereka: “Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka.”
Tetapi Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut, katanya:
“Aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi dan aku melihat suatu penglihatan: suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku. Aku menatapnya dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat dan binatang liar dan binatang menjalar dan burung-burung.
Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!
Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku.
Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!
Hal itu terjadi sampai tiga kali, lalu semuanya ditarik kembali ke langit.
Dan seketika itu juga tiga orang berdiri di depan rumah, di mana kami menumpang; mereka diutus kepadaku dari Kaisarea. Lalu kata Roh kepadaku: Pergi bersama mereka dengan tidak bimbang! Dan keenam saudara ini menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah orang itu, dan ia menceriterakan kepada kami, bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya: Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus.
Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita. Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.
Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?”
Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: “Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.”
Mazmur Tanggapan:
Mzm 42:2 (42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
Mzm 42:3 (42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?"
Mzm 43:3 Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
Mzm 43:4 Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!
Injil Katolik: Injil Yohanes pasal 10:11–18
Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.
Sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.
Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku, sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.
Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.
Renungan Harian Katolik
Bacaan hari ini menghadirkan dua gambaran yang saling melengkapi: keterbukaan hati terhadap karya Allah (Kis 11:1–18) dan kasih total Yesus Kristus sebagai Gembala yang Baik (Yoh 10:11–18).
Dalam Kisah Para Rasul, Rasul Petrus mengalami perubahan cara pandang yang mendalam. Ia yang semula berpegang pada batasan-batasan tradisi, kini menyadari bahwa Allah sendiri tidak membeda-bedakan. Roh Kudus dicurahkan juga kepada bangsa lain. Petrus tidak lagi mempertahankan ego atau aturan manusiawi, tetapi memilih taat pada kehendak Allah. Di sini kita melihat iman yang dewasa: berani berubah ketika Tuhan menunjukkan jalan baru.
Sementara itu, dalam Injil Yohanes, Yesus menyatakan diri sebagai Gembala yang Baik. Ia bukan sekadar pemimpin, melainkan pribadi yang:
mengenal domba-domba-Nya secara intim,
melindungi mereka,
bahkan rela menyerahkan nyawa-Nya.
Kasih Yesus bukan teori, tetapi tindakan nyata dan pengorbanan total.
Refleksi untuk Hidup Kita
Sering kali kita seperti orang-orang yang mengkritik Petrus: kita cepat menilai, membatasi, dan mengkotakkan orang lain. Kita merasa lebih tahu siapa yang “layak” dekat dengan Tuhan. Padahal, Allah bekerja jauh melampaui batas pikiran kita.
Di sisi lain, kita juga dipanggil untuk menjadi seperti Yesus—gembala yang baik dalam lingkup kecil hidup kita:
di keluarga,
di tempat kerja,
dalam komunitas.
Menjadi “gembala” berarti berani peduli, hadir, dan berkorban, bukan lari saat situasi sulit.
Pertanyaan Reflektif
Apakah aku masih membatasi kasih Tuhan hanya untuk kelompok tertentu?
Apakah aku sungguh mengenal suara Tuhan di tengah kesibukan dan kebisingan hidup?
Sudahkah aku menjadi tanda kasih dan kepedulian bagi orang di sekitarku?
Doa
Tuhan Yesus, Gembala yang Baik, ajarilah aku untuk mengenal suara-Mu dan mengikuti kehendak-Mu. Bukalah hatiku agar tidak membatasi kasih-Mu, dan mampukan aku untuk menjadi alat kasih bagi sesama. Amin.(Sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).