KPAD Kota Bekasi Usul Siswi yang Terlibat Bullying Jadi Duta Anti Kekerasan
Dwi Rizki April 26, 2026 03:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Kasus dugaan perundungan (bullying) dan kekerasan yang melibatkan dua siswi di SMAN 2 Kota Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, masih berlanjut.

Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi mendorong pihak sekolah agar kedua siswi yang terlibat dijadikan duta pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah.

Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian, mengatakan langkah tersebut merupakan pendekatan edukatif untuk mendorong perubahan positif dari dalam diri siswa.

“Fokus kami hari ini adalah bagaimana mereka bisa kami jadikan duta pencegahan kekerasan,” kata Novrian, Minggu (26/4/2026).

Menurutnya, pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan peran aktif siswa dalam mencegah aksi kekerasan di sekolah.

“Ini bisa jadi role model di sekolah. Karena pencegahan kekerasan harus hadir dari anak-anak itu sendiri,” ujarnya.

Baca juga: ABPEDNAS Gelar Jaga Desa Awards 2026, Jaksa Agung: Komitmen Mengawal Pemerintahan

Novrian menilai, keterlibatan langsung siswa akan lebih efektif dibandingkan pendekatan satu arah dari pihak sekolah.

Ia juga mendorong sekolah membuat proyek kolaboratif yang melibatkan para siswa untuk menumbuhkan empati dan kebersamaan.

“Anak-anak harus bisa bekerja sama, berkolaborasi, punya empati, rasa kasih sayang, dan saling berbagi,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengalaman yang dialami kedua siswi tersebut dapat menjadi pembelajaran berharga, baik bagi mereka maupun siswa lainnya.

“Pengalaman ini bisa jadi pelajaran penting agar mereka memahami dampak dari tindakan kekerasan dan bisa memberi nilai positif ke teman-temannya,” katanya.

Diketahui, kasus ini melibatkan dua siswi berinisial EQ (kelas X) dan AN (kelas XI). Keduanya bahkan saling melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Kasus dugaan perundungan ini pun menjadi perhatian publik dan menyorot dunia pendidikan di Kota Bekasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.