TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengurai syarat mengejutkan jika Iran ingin damai.
Trump meminta Iran harus menghubungi Washington jika ingin bernegosiasi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung dua bulan.
Pernyataan itu muncul setelah Teheran meminta AS menghapus berbagai hambatan menuju kesepakatan, termasuk blokade terhadap pelabuhan Iran.
Di saat yang sama, upaya diplomasi tampak tersendat setelah pembatalan kunjungan utusan AS ke Islamabad.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pun melanjutkan rangkaian diplomasi dengan bertolak ke Rusia untuk bertemu Presiden Vladimir Putin.
Baca juga: Sosok Pelaku Penembakan yang Bikin Donald Trump Ketar-ketir Saat Makan Malam, Profesinya Mentereng
Dalam program Fox News bertajuk “The Sunday Briefing” pada Minggu (26/4/2026), Trump menegaskan bahwa Iran memiliki opsi langsung untuk membuka komunikasi.
“Jika mereka ingin berbicara, mereka bisa datang kepada kami, atau mereka bisa menelepon kami. Anda tahu, ada telepon. Kami memiliki jalur yang bagus dan aman,” kata Trump, sebagaimana dilansir Reuters.
Ia juga menekankan syarat utama dari setiap kesepakatan.
“Mereka tahu apa yang harus ada dalam perjanjian. Sangat sederhana: mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir, jika tidak, tidak ada alasan untuk bertemu.”
Harapan menghidupkan kembali pembicaraan damai meredup setelah Trump membatalkan kunjungan utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Islamabad.
Menurut Trump, tawaran Iran “memberikan banyak hal, tetapi belum cukup.”
Kemandekan negosiasi berdampak pada pasar global.
Harga minyak naik, dollar menguat tipis, dan kontrak berjangka saham AS melemah di awal perdagangan Asia, seiring tetap tertutupnya jalur pelayaran di Teluk.
Sumber: Kompas.com