Eks Pelatih Menembak Kodam Hasanuddin Pimpin RW Pabaeng-baeng
Saldy Irawan April 27, 2026 06:08 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Setelah 35 tahun berdinas di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, Andi Safri melanjutkan pengabdian sebagai Ketua Rukun Warga (RW).

Ia adalah Ketua RW 007 Kelurahan Pa'baeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Selama bertugas sebagai penjaga kedaulatan NKRI, Andi Safri memiliki kisah perjalanan panjang sejak awal masuk tentara hingga pensiun pada 2023.

Andi Safri lahir di Ujung Pandang, 1 Februari 1970.

Andi Safri bercerita, keinginannya menjadi tentara sudah muncul sejak masih kecil.

Saat duduk di bangku SD kelas 5 dan 6, ia sudah senang melihat kegiatan militer.

Setiap peringatan HUT TNI 5 Oktober, ia berjalan kaki menyaksikan atraksi terjun payung TNI di sejumlah lokasi di Makassar, seperti kawasan Hasanuddin, Minasa Upa hingga Pantai Losari.

“Memang dari kecil saya suka dunia militer. Kalau ada kegiatan tentara, saya pasti datang lihat,” ujarnya kepada Tribun Timur, Senin (27/4/2026).

Seiring waktu, keinginan Safri menjadi penjaga pertahanan negara itu terus tumbuh.

Ia kemudian mendaftar TNI saat melihat lima orang sepupunya mempersiapkan berkas pendaftaran calon Tamtama Militer Sukarela (Tamtama Milsuk) pada 1988.

Tanpa sepengetahuan orang tua, Andi Safri ikut menyiapkan berkas pendaftaran. Ia bahkan meminta uang fotokopi dengan alasan untuk kebutuhan sekolah.

Saat mendaftar di Ajudan Jenderal Daerah Militer (Ajendam) Makassar yang kala itu masih berada di Jalan Garuda, ia menghadapi kendala karena jadwal tes bertepatan dengan ujian sekolah.

Ia memilih menyelesaikan ujian lebih dulu, lalu kembali ke lokasi pendaftaran dan meminta kesempatan mengikuti tes susulan.

Kesempatan itu datang. Dari ribuan peserta yang mendaftar, Andi Safri berhasil lolos hingga tahap akhir bersama ratusan peserta lainnya.

“Saya ingat sekali waktu itu, saya bersama peserta lainnya dipanggil masuk, lalu dikatakan kami lulus dan segera mengikuti pendidikan,” ucapnya.

Pada 1988, ia resmi mengikuti pendidikan calon tamtama di Malino, Kabupaten Gowa.

Pendidikan itu dijalaninya selama kurang lebih tiga setengah bulan sebelum dilantik menjadi prajurit TNI AD.

Kabar kelulusannya membuat keluarga terkejut. Sang ibu baru mengetahui putranya lulus tentara saat Andi Safri pulang ke rumah dengan kepala plontos.

“Ibu saya tanya, kenapa kamu plontos? Saya bilang, saya diam-diam ikut tes tentara dan lulus. Besok berangkat pendidikan,” kenangnya.

Setelah lulus pendidikan, Andi Safri memulai karier militernya pada 1989 di Batalyon 721 Makkasau yang berkedudukan di Kabupaten Pinrang.

Ia bertugas di satuan itu selama kurang lebih sembilan tahun.

Pada 1991, ia mendapat penugasan operasi ke Timor Timur.

Menurutnya, masa tugas itu penuh suka dan duka. Selama 13 bulan ia berada di sana.

“Di sana kita makan apa yang tidak dimakan di sini,” ucapnya.

Di Timor Timur, ia juga menghadapi medan yang sulit.

Namun, ia mengungkapkan memiliki banyak kenangan bersama masyarakat setempat yang kerap mengundang pasukan dalam kegiatan adat dan pesta rakyat.

“Yang paling banyak justru kenangan senangnya karena bisa dekat dengan masyarakat,” katanya.

Pada 1996 hingga 1997, Andi Safri mengikuti pendidikan Bintara.

Setelah lulus, ia ditempatkan di Resimen Induk Kodam (Rindam) XIV Hasanuddin sampai pensiun pada 2023.

Rindam merupakan lembaga pendidikan militer di bawah naungan Komando Daerah Militer.

Selama sekitar 28 tahun di Rindam, ia bertugas sebagai pelatih, instruktur, dan guru militer.

Ia membina prajurit aktif yang akan naik pangkat dari tamtama ke bintara, serta melatih calon anggota TNI dari masyarakat umum.

Secara khusus, ia mendalami bidang menembak.

Setelah mengikuti penataran pelatih guru militer menembak di Bandung, ia dipercaya menjadi instruktur materi menembak di Rindam.

Pada 2018, ia menjadi pelatih tim tembak karabin Kodam XIV Hasanuddin dan berhasil meraih medali perunggu pada ajang nasional.

Prestasi itu menjadi kebanggaan tersendiri baginya dan satuannya.

“Sangat bangga sekali waktu itu, karena sempat beberapa tahun puasa gelar,” ucapnya.

Setelah pensiun, dengan pangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu) Andi Safri kembali aktif di lingkungan tempat tinggalnya. Pada 2025, warga meminta dirinya maju dalam pemilihan ketua wilayah.

Awalnya ia diminta menjadi Ketua RT. Namun dukungan warga terus mengalir hingga akhirnya ia maju sebagai Ketua RW 007.

Dari lima RT yang ada di wilayah tersebut, seluruhnya memberikan dukungan kepada dirinya.

Kini Andi Safri memimpin wilayah yang mencakup lima RT dengan jumlah warga lebih dari 400 kepala keluarga.

Sebagai Ketua RW, ia memprioritaskan tiga hal utama, yakni keamanan, kebersihan, dan pelayanan warga.

Ia menilai ketiganya menjadi kebutuhan dasar masyarakat di lingkungan permukiman.

Untuk mendukung keamanan, Andi Safri bersama warga membangun dua pos kamling secara swadaya.

Salah satu pos ronda disebut aktif hampir setiap malam dengan keterlibatan tokoh masyarakat dan pemuda setempat.

“Keamanan itu menurut saya sangat penting. Bukan saja karena saya berlatar belakang militer, tapi menurut saya buat apa kita punya uang kalau tidak aman,” jelasnya.

Di bidang kebersihan, ia rutin menggerakkan kerja bakti di tiap RT secara bergilir. Pembersihan saluran drainase, pemangkasan rumput liar, dan pengangkutan sampah lingkungan menjadi kegiatan yang terus dijalankan.

Ia juga mendorong warga menjaga kebersihan pekarangan rumah masing-masing agar lingkungan tetap sehat dan nyaman.

Dalam pelayanan masyarakat, Andi Safri menegaskan dirinya selalu terbuka bagi warga yang membutuhkan bantuan administrasi maupun penyelesaian persoalan sosial di lingkungan.

Menurutnya, tidak ada batas waktu untuk melayani warga selama kebutuhan tersebut menyangkut kepentingan bersama.

“Kalau di militer kami mengutamakan disiplin. Kalau di masyarakat, kita pakai pendekatan kekeluargaan dan mediasi,” ujarnya.

Ia mengaku pengalaman selama puluhan tahun di dunia militer cukup membantu dalam menata wilayah, terutama dalam hal kedisiplinan, ketertiban, dan kemampuan memimpin.

Meski demikian, ia menyadari memimpin warga berbeda dengan memimpin prajurit.

Pendekatan dialog dan kebersamaan lebih diutamakan agar seluruh program dapat berjalan baik.

Bagi Andi Safri, pensiun bukan akhir pengabdian. Setelah lama menjaga negara, kini ia mengabdikan diri untuk menjaga lingkungan dan melayani warganya.(mur)

PROFIL 

Nama: Peltu (Purn) Andi Safri 

Jabatan: Ketua RW 007 Kelurahan Pa'baeng-baeng 

Tempat Tanggal Lahir: Ujung Pandang, 1 Februari 1970.

Alamat: Jalan Andi Tonro Lorong 1 No. 25 

Pendidikan terakhir: MAN Makassar 

Pekerjaan: Ketua RW dan Pensiunan TNI AD

Hobi: Olahraga dan Seni

Jumlah penduduk: 400 KK.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.