Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri menyambut groundbreaking pembangunan ruas jalan provinsi Bandar Jaya–Mandala dengan nada optimistis.
Ia menilai proyek tersebut menjadi jawaban atas harapan panjang masyarakat sekaligus langkah strategis memperkuat konektivitas di wilayahnya.
Komang menyebut dukungan anggaran dari Pemprov Lampung tahun ini tergolong sangat besar. Total dana yang dikucurkan mencapai Rp306 miliar, menjadikan Lampung Tengah (Lamteng) sebagai daerah dengan alokasi infrastruktur jalan tertinggi di Provinsi Lampung.
"Anggaran ini sangat signifikan, bahkan hampir mendekati belanja internal daerah kami. Ini bentuk perhatian serius dari provinsi terhadap kebutuhan masyarakat Lampung Tengah," ujar Komang, Senin (27/4/2026).
Menurut dia, pembangunan ruas Bandar Jaya–Mandala bukan sekadar proyek perbaikan jalan biasa.
Baca juga: Pemkab Lampung Tengah Gandeng Jaksa Perkuat Pendampingan Hukum Proyek Pembangunan
Jalan tersebut memiliki fungsi vital sebagai jalur yang menghubungkan dua jalan nasional, sekaligus menjadi alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Khususnya di kawasan Terbanggi Besar yang kerap mengalami kemacetan.
Komang menjelaskan, masyarakat telah lama mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Kini dengan dimulainya pembangunan, ia berharap mobilitas warga dan distribusi barang dapat berjalan lebih lancar, yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Selain mengandalkan dukungan dari pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah juga berupaya menyelaraskan program pembangunan melalui APBD.
Tahun ini, kata dia, terdapat sedikitnya 13 ruas jalan tambahan yang masuk dalam agenda perbaikan.
Ia menegaskan, ada dua program prioritas yang sedang didorong pemerintah daerah, yakni "Jalan Tidak Berlubang" dan "Kampungnya Terang".
"Kedua program ini difokuskan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus kenyamanan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela Chalim mengungkapkan bahwa percepatan pembangunan jalan di Lampung Tengah tidak lepas dari tingginya perhatian publik.
Ia mengakui banyaknya keluhan masyarakat yang viral di media sosial turut menjadi faktor pendorong.
"Laporan masuk hampir setiap hari, baik ke media sosial saya maupun gubernur. Lampung Tengah ini yang paling sering disorot, sehingga kami terdorong untuk segera mengambil langkah konkret," kata Jihan.
Komang menambahkan, pemerintah menarget tingkat kemantapan jalan di Lampung Tengah meningkat dari 89,15 persen menjadi 96,03 persen pada akhir 2026.
Namun demikian, Jihan mengingatkan bahwa perbaikan jalan harus dibarengi dengan pembenahan sistem drainase.
Ia menilai, kerusakan jalan selama ini sebagian besar disebabkan oleh buruknya saluran air, yang membuat air hujan menggenang dan mempercepat degradasi jalan.
Karena itu, pembangunan ruas jalan Bandar Jaya–Mandala akan dilengkapi dengan sistem drainase yang memadai.
Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan saluran air agar tidak tersumbat oleh sampah maupun sedimentasi.
"Pembangunan tidak cukup hanya selesai di konstruksi. Perawatan dan partisipasi masyarakat menjadi kunci agar jalan tetap awet," ujarnya.
"Dengan dimulainya proyek ini, pemerintah berharap konektivitas antarwilayah di Lampung Tengah semakin baik, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Provinsi Lampung," tutupnya. (Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)