Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Wakil Gubernur Bengkulu, Mian mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar mampu berinovasi dan memanfaatkan potensi daerah secara maksimal.
Hal tersebut disampaikan Mian usai pelantikan Yugianto sebagai Direktur PT Bimex periode 2026–2031, serta Riswan sebagai Komisaris PT Bimex periode 2026–2030.
Pelantikan tersebut dilaksanakan di Aula Merah Putih, Komplek Kantor Gubernur Bengkulu, pada Selasa (28/4/2026).
Mian menegaskan, Bengkulu memiliki banyak peluang usaha yang dapat dikembangkan, mulai dari sektor perkebunan hingga pengelolaan limbah.
Potensi Bengkulu sangat besar, seperti limbah rumah sakit yang bisa dikelola, serta keberadaan puluhan perusahaan perkebunan yang memiliki pabrik kelapa sawit (PKS).
“Di sana ada hilirisasi, seperti cangkang dan limbah sawit yang bisa dijadikan pupuk. Kita juga sudah mulai terobosan seperti minyak goreng Merah Putih,” ungkap Mian saat diwawancarai wartawan, di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (28/4/2026).
Baca juga: Tak Perlu KTP Pemilik Lama! Bayar Pajak Kendaraan di Bengkulu Kini Lebih Mudah, Tunggakan Dihapus
Mian mengingatkan agar masyarakat Bengkulu tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri, sementara peluang usaha terbuka lebar.
“Jangan sampai kita hanya menonton di daerah sendiri, sementara peluang usaha banyak,” tegasnya.
Kehadiran sosok-sosok muda dalam kepemimpinan BUMD, baik sebagai komisaris maupun direktur, agar mampu menghadirkan terobosan baru di tengah tantangan global.
“Tantangan geopolitik itu memang kondisi internasional, tetapi kita harus tetap optimistis. Upaya pemerintah pusat saat ini cukup baik menjaga stabilitas,” katanya.
Selain itu, Mian menegaskan pentingnya penerapan sistem reward and punishment dalam pengelolaan BUMD melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
“Setiap tahun ada RUPS. Kalau kinerjanya biasa saja, apa yang mau diberi reward? Jadi harus ada ukuran kinerja yang jelas,” tutup Mian.
Sementara itu, Direktur PT Bimex, Yugianto, mengatakan bahwa potensi pengembangan sektor kopi di Bengkulu sangat besar dan perlu didukung oleh berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.
“Beberapa hal sudah kami koordinasikan. Namun, untuk langkah teknis ke depan, saya masih akan mempelajari lebih lanjut karena baru mulai bertugas,” ujar Yugianto.
Wacana pengembangan coffee center di UNIB sejalan dengan dorongan pemerintah pusat untuk menjadikan daerah sebagai pusat pengembangan kopi, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia seperti barista.
“Saya melihat potensi ini sangat bagus, apalagi jika UNIB ikut terlibat. Karena memang dibutuhkan dukungan dari semua pihak,” jelasnya.
Selain rencana pengembangan coffee center, PT Bimex saat ini juga tengah mengoptimalkan beberapa lini bisnis yang sudah berjalan, di antaranya sektor retail melalui Pertamina Retail dan pengelolaan limbah rumah sakit.
Tak hanya itu, perusahaan juga mencatat adanya progres pada pengembangan bisnis kopi serta produk air kemasan Merah Putih.
Berbagai rencana strategis tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam rapat kerja bersama jajaran komisaris dan tim internal perusahaan.
“Tentu semua akan kami pelajari secara menyeluruh setelah rapat kerja. Saat ini masih dalam tahap wacana dan pendalaman,” tutupnya.