TRIBUN-MEDAN.COM – Sopir taksi hijau diduga biang kerok masih santai berjalan setelah kecelakaan kereta di Bekasi.
Sopir taksi hijau diduga biang kerok atas kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo masih santai bahkan sambil memegang rokok.
Sopir mengaku mobil yang dikendarainya mendadak tidak bisa bergerak ketika di perlintasan kereta.
Akibat Commuter Line berhenti mendadak akibat menabrak mobil taksi hijau ini, kemudian terjadilah tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek.
Akibat kecelakaan tersebut hingga pukul 08.45 WIB, Selasa (28/4/2026) 14 orang tewas dan 81 orang alami luka-luka.
"Saya meng-update jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta pada malam, tadi malam. Meninggal dunia itu 7 orang dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang," kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin.
Baca juga: PRIA ASAL Labuhanbatu Alvi Maulana Divonis Seumur Hidup, Bunuh dan Mutilasi Tiara Angelina Saraswati
Menurutnya Tim SAR menyisir dan mengevakuasi ke seluruh gerbong KRL untuk memastikan tak ada korban.
"Evakuasi dari kereta Argo Bromo Anggrek itu telah kami lakukan. jadi semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami lakukan evakuasi ke stasiun Bekasi," katanya.
Seorang penumpang Commuter Line, Munir mengatakan kecelakaan kereta di Bekasi bermula saat kereta yang dia tumpangi dari arah Jakarta ke Cikarang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Kereta menurutnya berhenti karena Commuter Line dari arah Cikarang menuju Bekasi menabrak mobil taksi.
Saat berhenti, melintas dari arah belakang Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang langsung menabrak Commuter Line yang ditumpangi Munir.
"Gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong," katanya.
Dari video beredar tampak detik-detik mobil taksi Greensm ditabrak kereta.
Video tersebut viral di media sosial.
"Waduh depan rumah ini mah. Ampun," kata suara lelaki di video.
Tampak sejumlah pengendara motor juga menyaksikan detik-detik kereta tabrak mobil taksi hijau tersebut.
Setelah mobil taksi ditabrak, melintas seorang pria mengenakan baju warna yang sama dengan cata mobilnya berjalan di pinggir rel.
Pria tersebut diduka merupakan sopir taksi hijau yang ditabrak kereta.
Ia tampak jalan sambil memegang handphone.
Sementara di akun X @TMCPoldaMetro, tampak pria dengan baju yang sama sedang diwawancara.
"Saya kagetnya mah, doang," katanya.
Baca juga: Penjelasan Pakar ITB Kenapa Lokomotif Argo Bromo Bisa Tembus Gerbong KRL di Bekasi
Pengakuan Sopir Hijau
Kini ramai di media sosial kesaksian dari sopir taksi hijau Green SM Indonesia.
Ia merupakan seorang lelaki.
Sopir tak santai berjalan setelah mobil yang dikendarainya ditabrak kereta.
Pada polisi sopir membuat pengakuan perihal penyebab mobil berada di tengah rel.
"Jalan udah gak bisa," kata sopir.
"Jadi kayak gini nih pak," tambah sopir ke polisi.
Ia menjelaskan ada sistem di mobil yang membuat mesin tidak bisa berfungsi ketika di tengah rel kereta.
"Ada stering nah ini ngunci langsung jadi kita mau jalanin gak bisa karena tadi pas posisi udah kelewat lagsung mati sendiri," katanya.
Sementara manajemen taksi hijau Green SM Indonesia membuat pernyataan lewat akun Instagram.
"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas.
Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.
Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami.
Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.
Kami akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi." tulisnya di Instagram.
*/tribun-medan.com