WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM mendukung investigasi mendalam oleh pihak berwenang terkait insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.
Ia mengaharapkan investigasi dilakukan dengan baik agar menjadi evaluasi bersama kedepannya terhadap layanan transportasi massal.
"Investigasi harus dilakukan dengan baik sehingga di Indonesia tidak boleh ada lagi kecelakaan kendaraan angkutan massal atau transportasi publik yang menyebabkan korban jiwa," kata KDM saat mendatangi rumah duka Nurlaela (40) guru SD korban meninggal kecelakaan kereta di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi pada Selasa (28/4/2026).
KDM menegaskan, ada beberapa hal yang perlu dievaluasi dan ditangani bersama. Salah satunya ialah jalur perlintasan kereta apu yang masih banyak jalur lintasan tidak resmi. Sehingga tidak dilengkapi palang pintu otomatis resmi.
"Kita semua harus secara bersama-sama untuk menyelesaikan membebaskan problem kecelakaan termasuk palang pintu yang tidak resmi, banyak perlintasan tidak resmi tidak menggunakan palang pintu keselamatan kereta api," kata KDM.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM mendatangi rumah duka korban meninggal kecelakaan kereta bernama Nurlaela (40) di Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi pada Selasa (28/4/2026) sore.
Kedatangannya bersama pejabat Pemprov Jabar langsung diterima keluarga korban. KDM langsung berbincang dengan ibu dan ayah korban yang telah menunggu di depan rumahnya.
Baca juga: Dedi Mulyadi Takziah ke Rumah Duka Nurlaela, Serahkan Santunan Sebesar Rp 50 juta
Kemudian, KDM masuk ke dalam rumahnya. Di dalam ia bertemu dengan suami dan anak korban Nurlaela.
Kurang lebih 20 menit KDM menayakan cerita dari keluarga mengenai kejadian yang menimpa Nurlaela.
Tak lama itu, KDM mengungkap akan menjadikan anak Nurlaela sebagai anak angkatnya dan menjamin biaya untuk sekolahnya sampai kuliah.
Pada kesempatan itu, KDM menyampaikan belasungkawa dan memberikan uang santunan sebesar Rp 50 juta.
Kepada awak media, Dedi Mulyadi mendorong investigatif yang dilakukan pihak berwenang untuk mencari tahu penyebab kecelakaan tersebut.
"Saya dan atas nama pemerintah provinsi mengucapkan rasa duka kami. Kepada keluarga almarhuman Nurlaela dan juga korban lainnya baik yang meninggal, luka-luka yang masih dirawat maupun sudah pulang," kata Dedi Mulyadi.
Dedi menegaskan kembali semua hal terkait kecelakaan harus diinvestigasi dengan baik, sehingga di Indonesia tidak boleh ada lagi kecelakaan kendaraan angkutan massal atau transportasi publik yang menyebabkan korban jiwa.
"Kita berkomitmen berikan bantuan alami luka-luka, masih dirawat maupun sudah meninggal dan ini bersama-sama karena ditangani BPJS, KAI, asuransi dan termasuk bapak presiden sudah turun," kata dia.
Tangis haru menyelimuti pemakaman Nurlaela (30) warga Cikarang Timur Kabupaten Bekasi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi di sekitar Stasiun Bekasi Timur.
Korban merupakan warga Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Jenazah dimakaman di pemakaman tak jauh dari rumah duka. (MAZ)