Pemkab Belitung Timur Sosialisasikan Teknologi Pupuk Mikro Majemuk
suhendri April 29, 2026 12:50 PM

MANGGAR, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, terus mencari solusi guna mendongkrak produktivitas sektor perkebunan kelapa sawit bagi para petani swadaya.

Salah satunya, dengan menggelar sosialisasi teknologi pupuk mikro majemuk di Ruang Satu Hati Bangun Negeri (SHBN), kantor Bupati Belitung Timur, Selasa (28/4/2026).

Sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi petani sawit swadaya di Belitung Timur agar mampu meningkatkan produktivitas lahan melalui teknologi pemupukan yang lebih efektif dan efisien. 

Selain para petani, sosialisasi juga diikuti oleh pimpinan perusahaan kelapa sawit di Belitung Timur serta perwakilan PT Mitra Cipta Agro (MCA).

Hadir sebagai narasumber yakni Prof Didiek Hadjar Goenadi dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).

Kehadiran narasumber yang merupakan ahli tanah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis mengenai kebutuhan nutrisi tanah yang spesifik.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung Timur, Ikhwan Fakhrozi, mengatakan, efisiensi pemupukan menjadi kunci utama di tengah tantangan melonjaknya harga pupuk di pasaran saat ini.

Ia pun menyebutkan petani harus mulai mengenal teknologi baru yang lebih efektif.

"Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, pihak swasta, dan para petani dalam mendukung kemajuan sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit di Belitung Timur," ujar Ikhwan.

Dia mengatakan, berdasarkan data hingga akhir tahun 2025, jumlah petani sawit swadaya di Kabupaten Belitung Timur sudah mencapai sekitar 2325 orang.

Luas lahan yang dikelola secara swadaya pun cukup signifikan, yakni mencapai 6205,09 hektare.

Namun, pertumbuhan jumlah petani dan luasan lahan tersebut belum disertai angka produktivitas yang maksimal.

Produktivitas rata-rata saat ini masih berada di kisaran 480,19 kilogram per hektare.

"Angka produktivitas tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat ruang yang sangat besar untuk peningkatan hasil produksi. Satu di antara kendala utamanya memang terletak pada efektivitas pemupukan," kata Ikhwan.

Ia menuturkan, ketergantungan pada pupuk konvensional yang harganya terus meningkat sering kali menjadi beban bagi para petani.

 Oleh karena itu, kehadiran teknologi pupuk mikro majemuk diharapkan mampu menjadi solusi alternatif yang lebih efisien.

"Di tengah tantangan harga pupuk yang terus meningkat, diperlukan solusi pemupukan yang lebih efektif. Kami menghadirkan ahli tanah dan pupuk agar para petani dan praktisi perkebunan mendapatkan edukasi langsung," tutur Ikhwan.

Dia berharap melalui kegiatan ini, para petani sawit swadaya dapat memperoleh pengetahuan baru yang aplikatif. 

"Harapan kami, para petani dapat memperoleh pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan hasil panen dan pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan mereka," ujar Ikhwan.

Ia juga berpesan kepada jajaran dinas pertanian dan pangan agar terus melakukan pendampingan kepada petani setelah sosialisasi tersebut.

"Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memfasilitasi kebutuhan petani. Kita ingin sektor perkebunan sawit kita bukan hanya luas secara lahan, tetapi juga unggul secara hasil produksi," kata Ikhwan. (z1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.