Suporter Cemas Kabau Sirah Degradasi ke Liga 2, Semen Padang FC Takluk dari Madura United
Rahmadi April 29, 2026 07:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Stadion Gelora Haji Agus Salim (GHAS) kembali menjadi saksi bisu pilunya nasib Semen Padang FC dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Bertindak sebagai tuan rumah, tim berjuluk Kabau Sirah ini justru dipaksa bertekuk lutut oleh tamunya, Madura United, dengan skor tipis 0-1 yang menyakitkan, Rabu (29/4/2026).

Kekalahan ini seolah menjadi petir di siang bolong bagi ribuan pendukung setia yang memadati tribun stadion. 

Sejak peluit awal dibunyikan, anak-anak asuh Semen Padang sebenarnya mencoba menekan, namun penyelesaian akhir yang buruk dan rapuhnya barisan pertahanan membuat Madura United berhasil mencuri poin penuh melalui gol tunggal di laga tersebut.

Gema sorakan dukungan yang semula membahana di awal laga, perlahan berubah menjadi keheningan dan raut wajah lesu di akhir pertandingan.

Baca juga: Festival Literasi 2026, Pemko Padang Genjot Indeks Pembangunan Literasi yang Masih Rendah

SEPI PENONTON - Laga krusial Semen Padang FC kontra Madura United pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 diwarnai minimnya kehadiran suporter di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (29/4/2026) sore. Pertandingan yang dimulai pukul 15.30 WIB ini menjadi laga penting bagi Kabau Sirah. Namun, dukungan dari tribun terlihat belum maksimal.
SEPI PENONTON - Laga krusial Semen Padang FC kontra Madura United pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 diwarnai minimnya kehadiran suporter di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (29/4/2026) sore. Pertandingan yang dimulai pukul 15.30 WIB ini menjadi laga penting bagi Kabau Sirah. Namun, dukungan dari tribun terlihat belum maksimal. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan basis pendukung. Raut cemas terpancar dari wajah Prasetyo. Ia mengaku sangat terpukul dengan hasil minor yang terus diraih tim.

"Jujur saja, melihat permainan hari ini, jantung saya rasanya mau copot. Bukan soal kalahnya saja, tapi cara bermain kita yang seperti kehilangan arah. Kalau terus begini, saya sangat takut kita masuk lagi ke Liga 2," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa harapan untuk tetap bertahan di Liga 1 kian menipis jika tidak ada evaluasi besar-besaran dari manajemen dan tim pelatih. 

Menurutnya, semangat juang pemain seolah tidak terlihat dalam laga krusial melawan tim berjuluk Laskar Sape Kerrab tersebut.

Baca juga: Indeks Literasi Rendah, Wali Kota Targetkan Festival Literasi 2026 Dongkrak Minat Baca di Padang

Senada dengan Prasetyo suporter lainnya bernama Rian juga mengungkapkan kegelisahan yang sama. Ia menilai Semen Padang FC saat ini berada dalam titik nadir yang sangat mengkhawatirkan. 

Baginya, ancaman degradasi bukan lagi sekadar isu, melainkan kenyataan pahit yang sudah di depan mata.

"Kita ini baru saja naik ke Liga 1 dengan susah payah, masa sekarang mau turun lagi? Saya takut sekali kalau tahun depan kita balik ke kasta kedua. Peringkat kita di klasemen sudah sangat mengkhawatirkan, ini sudah lampu merah," kata Rian.

Kekalahan 0-1 hari ini memang memperpanjang tren negatif Semen Padang di kompetisi musim ini. 

Kurangnya koordinasi antar lini membuat Madura United dengan mudah mengeksploitasi celah di sisi sayap dan jantung pertahanan tuan rumah yang tampak kehilangan fokus di menit-menit krusial.

Baca juga: Stadion Haji Agus Salim Sepi Penonton, Semen Padang FC Tertinggal 0-1 dari Madura United

Kalah Tipis 1-0 

Semen Padang FC harus mengakui keunggulan Madura United dengan skor tipis 0-1 pada laga pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (29/4/2026) sore.

Satu-satunya gol dalam pertandingan ini dicetak Jose Brandao Goncalves Junior pada babak pertama.

Sejak laga dimulai dan dipimpin wasit Naufal Adya Fairuski, Semen Padang tampil agresif. 

Tuan rumah langsung menekan dan menciptakan sejumlah peluang yang membuat lini pertahanan Madura United kerepotan.

Namun, peluang tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol. Justru tim tamu yang berhasil membuka keunggulan pada menit ke-14.

Baca juga: Nagari Koto Tuo Sijunjung Juara 1 Rumah DataKu Sumbar, Siap Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional

Gol berawal dari umpan lambung dari sisi kanan yang dilepaskan Fransiskus Alesandro Nimo Olepue dan disambut sundulan Jose Brandao yang tak mampu diantisipasi kiper.

Tertinggal 0-1, Semen Padang mencoba bangkit dan sempat menguasai jalannya pertandingan. Namun, efektivitas serangan masih menjadi kendala.

Pada menit ke-29, Semen Padang sempat mencetak gol melalui sepakan keras Guillermo Hernandez usai menerima umpan dari Boubakary Diarra. 

Namun, gol tersebut dianulir wasit karena offside.

Madura United juga beberapa kali mengancam, termasuk peluang emas Jose Brandao pada menit ke-24 yang berhasil digagalkan kiper, serta sepakan Olepue yang membentur tiang gawang.

Baca juga: Stadion Haji Agus Salim Sepi Penonton, Semen Padang FC Tertinggal 0-1 dari Madura United

Skor 0-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Semen Padang melakukan dua pergantian pemain. Arthur Augusto dan Jaime Giraldo ditarik keluar karena cedera dan digantikan Rendy Oscario serta Ricky Ariansyah.

Sementara Madura United memasukkan Ahmad Nufiandani menggantikan Lulinha.

Di awal babak kedua, Madura United kembali mengambil inisiatif serangan dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Sementara Semen Padang sempat kesulitan mengembangkan permainan.

Peluang emas Semen Padang datang pada menit ke-61 melalui sepakan keras Firman Juliansyah dari luar kotak penalti, namun masih mampu ditepis kiper lawan.

Pada menit ke-63, Semen Padang kembali melakukan pergantian dengan memasukkan Maicon dan Rosad Setiawan menggantikan Boubakary Diarra dan Kasim Botan.

Baca juga: Hasil Semen Padang vs Madura United: Jose Brandao Bungkam Stadion Haji Agus Salim di Babak Pertama

Masuknya pemain baru membuat serangan tuan rumah lebih hidup. Bahkan pada menit ke-64, Maicon langsung mendapat peluang emas, namun kembali digagalkan kiper Madura United.

Memasuki menit ke-70 hingga 80, tempo permainan cenderung menurun dengan kedua tim lebih banyak bermain di lini tengah.

Semen Padang kembali mengancam pada menit ke-86 melalui sepakan keras Ricky Ariansyah, namun bola masih melambung.

Madura United juga sempat membalas melalui sebuah peluang semenit berselang, tetapi masih bisa diamankan.

Hingga tambahan waktu tujuh menit, tidak ada gol tambahan tercipta. Skor 0-1 untuk kemenangan Madura United tetap bertahan hingga laga usai.

Hasil ini membuat Semen Padang FC tetap berada di peringkat ke-17 dengan raihan 20 poin. Sementara Madura United naik ke peringkat ke-15 dengan koleksi 29 poin. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.